Perang Bani Qainuqa, Pengkhianatan Yahudi sehingga Terusir dari Madinah

Eramuslim.com – PERANG Bani Qainuqa terjadi setelah Perang Badar Kubro. Perang Bani Qainuqa merupakan peperangan yang terjadi antara kaum Muslimin dan kaum Yahudi Bani Qainuqa di Madinah pada Syawal tahun ke-2 Hijriyah. Tepatnya pada Sabtu pertengahan Syawal.

Sebelum perang Bani Qainuqa pecah, kaum Muslim hidup berdampingan dengan kaum Yahudi melalui Piagam Madinah. Dalam perjanjian damai tersebut tertuang apa saja hak-hak dan kewajiban-kewajiban bagi kaum Muslim, kaum Yahudi, dan komunitas-komunitas pagan Madinah, sehingga mereka menjadi satu kesatuan komunitas.

Sayangnya, kebencian kaum Yahudi terhadap Rasulullah SAW dan umat Muslim tidak terbendung. Sehingga menurut kitab-kitab sirah, pecahnya Perang Qainuqa disebabkan karena ketidaksukaan dan kedengkian kaum Yahudi yang semakin menjadi-jadi pascakemenangan kaum Muslim atas orang-orang Quraisy dalam Perang Badar.

Selain itu juga karena perilaku orang Yahudi yang kerap mengganggu kaum Muslim sehingga dianggap tidak mengindahkan perjanjian perdamaian sebagaimana tertuang dalam Piagam Madinah.

Dalam buku ‘Biografi Rosulullah’, Dr Mahdi Rizqullah Ahmad, mengisahkan mengenai penyebab pecahnya perang Qainuqa. Kaum Yahudi Bani Qainuqa dengan terang-terangan memperlihatkan kemarahan dan kedengkian mereka atas kemenangan kaum Muslimin di Perang Badar.