free hit counters
 

Rekayasawan di Era Kekhalifahan

zahid – Senin, 9 Zulhijjah 1440 H / 12 Agustus 2019 17:30 WIB

Eramuslim – Para penguasa dan masyarakat di zaman kekhalifahan Islam menempatkan para rekayasawan (engineer) dalam posisi yang tinggi dan terhormat. Mereka diberi gelar muhandis. Banyak di antara ilmuwan Muslim, pada masa itu, yang juga merangkap sebagai rekayasawan.

Al-Kindi, misalnya, selain dikenal sebagai fisikawan  dan ahli metalurgi adalah seorang rekayasawan. Selain itu, al-Razi juga yang populer sebagai seorang ahli kimia juga berperan sebagai rekayasawan. Al-Biruni yang masyhur sebagai seorang astronom dan fisikawan juga seorang rekayasawan.

”Namun, beberapa tokoh seperti al-jazari mengkhususkan dirinya hanya sebagai rekayasawan,” papar Ahmad Y al-Hassan dan Donald R Hill dalam Islamic Technology: An Illustrated History. Sebagian besar rekayasawan praktisi di era kejayaan Islam tak menulis buku, sehingga namanya kurang dikenal.



Salah satu cara yang mereka lakukan untuk mengabadikan namanya agar dikenal adalah dengan cara memahatkan namanya pada bangunan-bangunan yang mereka  dirikan. Al-Hassan mencontohkan, pada gerbang kota Mardin di Diyar Bakr tergores sebuah tulisan bertarikh 197 H/910 M atas nama Khalifah al-Muqtadir bersama dua rekayasawan yang mendirikan bangunan itu.

”Salah satunya adalah Ahmad bin Jamil al-Muhandiz,” tutur al-Hassan. Selain itu, para rekayasawan juga menulis istilah al-mi’mar untuk menyebut seorang arsitek. Sedangkan bagi matematikus-teknik, dikenal istilah al-hasib yang berarti ”orang yang menghitung”. Sedangkan rekayasawannya mendapat gelar hasib.

”Seorang hasib dan rekayasawan atau arsitek kadangkala bertemu untuk melakukan konsultasi bersama,” ujar al-Hassan. Pada masa itu, sebagian rekayasawan berasal dari golongan pekerja.   Mereka memulai  sebagai pekerja bangunan, tukang kayu, atau pekerja mekanik. Setelah itu, mereka mempelajari rekayasa dan ilmu-ilmu lain untuk menjadi rekayasawan dan arsitek.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus