free hit counters
 

Si Bung dan Buku

Redaksi – Selasa, 27 Ramadhan 1439 H / 12 Juni 2018 11:00 WIB

Eramuslim.com – Rachmawati Sukarnoputri acapkali melihat pemandangan ganjil saat masih tinggal di Istana Negara. Kamar tidur ayahnya – Presiden Sukarno – penuh dengan buku-buku. Buku menjejali tiap sudut ruang. Tempat tidur, kursi, dan kamar mandi berubah fungsi menjadi perpustakaan.

“Bapak sangat kaya pengetahuan karena membaca,” kenang Rachma dalam memoar Bapakku Ibuku: Dua Manusia yang Kucinta dan Kukagumi. Tak melulu buku bertema berat. Si Bung juga melahap bacaan populer semisal majalah terbitan Amerika macam Vogue hingga Nugget.

Dokter pribadi Mahar Mardjono turut menyaksikan kegandrungan Sukarno terhadap buku. Mahar pertama kali memasuki Istana pada awal Agustus 1965. Ketika itu kondisi kesehatan Sukarno mulai menurun. Mahar dipanggil untuk mengobati Sukarno yang sedang pusing, sempoyongan, dan kerap muntah.

Mahar berada di serambi Istana yang penuh dengan buku-buku berbagai bidang. Di serambi belakang Istana, tempat Sukarno bercelana pendek dan berbaring di atas tempat tidur, Mahar melihat berbagai surat kabar dan majalah, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus