free hit counters
 

Sumber Senjata Pejuang: Kisah Rumah Makan dan Penginapan di Medan

Redaksi – Senin, 19 Muharram 1439 H / 9 Oktober 2017 12:30 WIB

Eramuslim.com – Barangkali tidaklah berlebihan, kalau kami katakan ada rumah makan dan penginapan di Medan yang sangat berjasa di awal perang kemerdekaan. Karena melalui rumah makan “Fajar Asia” itu, pemiliknya dan para pejuang mengatur strategi pembelotan tentara Sekutu (Tentara Inggris berkebangsaan India).

Penginapan “Cinta Saudara” yang berada di lantai dua rumah makan tersebut merupakan tempat “transit” tentara Inggris-India itu menanggalkan seluruh uniformnya dan mengganti pakaian biasa.

Rumah makan “Fajar Asia dan penginapan “Cinta saudara” terletak di belakang Grand Hotel atau di Jalan Kereta Api sekarang. Grand Hotel adalah salah satu pemondokan yang menampung tentara Inggris yang menduduki Medan tanggal 9 oktober 1945. Mereka adalah kontingen pertama Brigade ke 4 Divisi ke 26 Batalyon – 6 South Wales Border di bawah komando Letnan Kolonel Crosswell. Bersama Kontingen ini turut serta Brigadir Jenderal – TED Kelly yang kemudian menjadi Panglima Sekutu di Medan.

Senjata untuk Lasykar

Di rumah makan ini selalu mangkal dua orang teman Hamzah Abdullah pemilik rumah makan itu masing-masing bernama Ajad Husin dan Tabib Ansari. Kadang-kadang kedua orang turunan India ini menghilang entah kemana, tetapi dia selalu muncul secara tidak disangka-sangka.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5 6

loading...

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus