free hit counters
 

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam (15)

Redaksi – Senin, 28 Ramadhan 1440 H / 3 Juni 2019 12:15 WIB

KITLV01_2511_UEramuslim.com – Pada tahun 1903, tentara Belanda berhasil menangkap dua isteri beserta anak-anak dari Sultan Aceh Muhammad Dawud. Sultan pun kemudian tertangkap. Tahun 1906, enam tahun setelah rekomendasi Snouck Hurgronje dijalankan Van Heutz, maka kesultanan Aceh Darussalam pun jatuh ke tangan Belanda. Istana Kesultanan Aceh yang begitu megah kemudian dihancurkan Belanda dan diganti dengan bangunan baru yang di kemudian hari dikenal sebagai Pendopo Gubernur Daerah Istimewa Aceh.

Walau Kesultanan Aceh telah jatuh ke tangan Belanda, namun itu tidak berarti Belanda sungguh-sungguh mutlak menguasai seluruh wilayah Aceh Darussalam. Pada kenyataannya Belanda hanya berkuasa di kota-kota besar, jalan-jalan utama, pesisir pantai, dan pelabuhan. Di rerimbunan belantara hutan Aceh dan di pegunungan, Belanda tidak mampu menaklukkan rakyat Aceh yang begitu gagah berani hingga sampai Belanda hengkang dari Aceh di tahun 1942, tidak seluruh wilayah Aceh berhasil ditaklukkan Belanda. Peperangan terus berlangsung dengan gencar. Aceh tidak pernah takluk kepada Belanda.

Ini diperkuat oleh kesaksian putera Aceh sendiri, Dr. MR. T. H. Mohammad Hasan yang dalam memoirnya menulis, “…perlawanan rakyat Aceh terhadap pemerintah kolonial selalu terus berlangsung. Oleh karena itu, ada yang berpendapat karena kuatnya perlawanan rakyat Aceh, maka Aceh tidak pernah menyerahkan kedaulatannya kepada penjajah dalam bentuk apa pun. Oleh karena itu dari tahun 1873 sampai berakhirnya kekuasaan Belanda di Tanah air (1942), antara Aceh dan Belanda tetap dalam keadaan perang.”[1]

Indonesianis asal Amerika Serikat, R. William Liddle, dengan penuh kekaguman menulis tentang Aceh. “Dan yang barangkali paling gemilang adalah perlawanannya terhadap tentara Belanda yang mampu bertahan lebih dari 30 tahun, dan sempat merenggut nyawa tidak kurang dari empat perwira tinggi musuh…,” tulis Liddle.[2]

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus