free hit counters
 

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam (16)

Redaksi – Selasa, 29 Ramadhan 1440 H / 4 Juni 2019 08:45 WIB

Aceh Tempo Dulu3Eramuslim.com – Sejak mendarat pertama kali di Aceh tahun 1873 dan menduduki Banda Aceh, Belanda mengalami banyak sekali serangan-serangan besar yang dilakukan barisan mujahidin Aceh. Beberapa di antaranya terjadi tahun 1925 hingga 1927 di Bakongan dan tahun 1933 di Lhong.

Serangan terbesar Muslim Aceh terhadap kape Belanda terjadi beberapa saat setelah perang Pasifik pecah, sehingga ketika balatentara Jepang mendarat di Aceh, mereka tidak menemui perlawanan lagi dari tentara Belanda yang sudah terlebih dahulu kabur dari pesisir dan kota-kota besar untuk menyelamatkan diri dari serangan para mujahidin.

Kedahsyatan serangan dan pemberontakan Muslim Aceh terhadap Belanda menjelang kedatangan Jepang dipaparkan dengan cukup rinci oleh majalah Star Weekly terbitan tahun 1953.[1] Inilah kutipannya:

“Desember 1941 Nederlandsch Indie menyatakan perang dengan Jepang. Keadaan di Aceh masih tetap aman. Tapi diam-diam orang Aceh yang berada di Malaka (yang sementara itu sudah mulai diduduki Jepang) mendarat di pantai Aceh sebagai pengungsi. Padahal di antara mereka terdapat anggota Kolone V yang bekerja bersama dengan Jepang dan PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh) untuk melawan Belanda. Semua ini berjalan secara rahasia.

Desember dan Januari lewat seperti biasa. Tapi tanggal 19-20 Februari 1942, akhirnya meletuslah perasaan anti Belanda yang demikian lama tertahan itu. Beberapa malam kemudian Controleur Tiggelman di kota Seulimeum pagi jam 3.30 dibunuh mati; isterinya hanya bisa melarikan diri berkat pertolongan seorang Aceh pegawai Controleur itu  setelah menyamar sebagai wanita Aceh.

Pembunuhan ini segera dikuti  oleh sabotase. Kawat telepon dan kawat telegraf diputuskan; jalan kereta api dibongkar, (perbuatan sabotase sekarang ini dilakukan oleh gerombolan pemberontak); stoomwals ditaruh di tengah-tengah jalan sebagai penghalang; jembatan diblokir, pohon di pinggir jalan ditebang dan dijatuhkan di jalan raya. Semua ini terjadi di sekitar Seulimeum. Juga sekarang nama ini seringkali terdengar. 

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus