free hit counters
 

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam (22)

Redaksi – Jumat, 7 Juni 2019 07:15 WIB

73469828Eramuslim.com – Indonesianis AS yang kritis, Prof. Jeffrey Winters diangkat sebagai promotornya. Indonesianis asal Australia, John Pilger, menulis buku dan mengutip hasil penelitian yang telah dilakukan Brad Sampson di atas.

Dalam bukunya, John Pilger menulis bahwa dalam bulan November 1967, beberapa bulan setelah Soeharto diangkat menjadi Presiden RI setelah menumbangkan Bung Karno, maka Suharto mengirim satu delegasi tim ekonomi Orde Baru yang dipimpin Sultan Hamengkubuwono IX ke Jenewa, Swiss, untuk menghadap “Sang Majikan” yang terdiri dari pengusaha raksasa Yahudi, gabungan dari kapitalis-imperialis, seperti John Rockefeller dan lainnya.

“The Time Life Corporation mensponsori konferensi istimewa itu yang berlangsung selama tiga hari membahas strategi pengambil-alihan kekayaan alam dan sumber daya manusia Indonesia. Semua raksasa korporasi Barat diwakili perusahaan-perusahaan minyak dan bank, General Motors, Imperial Chemical Industries, British Leyland, British American Tobacco, American Express, Siemens, Goodyear, The International Paper Corporation, US Steel, ICI, Leman Brothers, Asian Development Bank, Chase Manhattan, dan sebagainya.”[1]

Di seberang meja, duduk orang-orang Soeharto yang oleh Rockefeller dan pengusaha-pengusaha Yahudi lainnya disebut sebagai ‘ekonom-ekonom Indonesia yang korup’. “Di Jenewa, Tim Indonesia terkenal dengan sebutan ‘The Berkeley Mafia’ karena beberapa di antaranya pernah menikmati beasiswa dari pemerintah Amerika Serikat untuk belajar di Universitas California di Berkeley.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus