free hit counters
 

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam (7)

Redaksi – Jumat, 31 Mei 2019 17:45 WIB

QanunEramuslim.com – Kerajaan Islam Aceh Darussalam jelas merupakan kerajaan besar yang sangat teratur, menjunjung tinggi hukum positif yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan Sunnah, serta menghargai ilmu pengetahuan. Ini berbeda dengan kerajaan-kerajaan Eropa pada masanya di mana raja dianggap sebagai representasi Tuhan yang bisa melakukan apa saja terhadap rakyatnya.

Aceh Darussalam Salah Satu Kekuatan Islam Dunia

Sejak masih bernama Kerajaan Islam Peureulak, Kerajaan Islam Samudera Pase hingga Aceh Darusalam, Islam telah menjadi dasar dan konstitusi tertinggi kerajaan. Dari yang paling tinggi, struktur perundangan dan hukum yang berlaku adalah Al-Qur’an, Sunnah, Ijma Ulama, dan Qiyas. Ini tercantum jelas dalam Adat Meukuta Alam (Undang-Undang Dasar Kerajaan Aceh Darussalam).

Adalah menarik untuk dilakukan pengkajian lebih mendalam, bahwa sejarah telah mencatat bahwa Kerajaan Aceh Darussalam yang mendasarkan diri pada Al-Qur’an dan Sunnah ini ternyata pernah dipimpin oleh empat orang muslimah yang bergelar Sultanah dari 31 raja yang pernah memimpin kerajaan ini. Para muslimah ini memimpin dalam empat periode berkesinambungan. Mereka adalah:

  • Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin (memerintah tahun 1050-1086 H),
  • Sri Ratu Nurul Alam Naqiatuddin (1086-1088 H),
  • Sri Ratu Zakiatuddin Inayat Syah (1088-1098 H), dan
  • Sri Ratu Kamalat Syah (1098-1109 H).

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus