free hit counters
 

Sejarah Nanggroe Atjeh Darussalam (9)

Redaksi – Sabtu, 26 Ramadhan 1440 H / 1 Juni 2019 04:30 WIB

Walau demikian, kedatangan bangsa-bangsa Kristen Eropa seperti Sanyol, Portugis, dan Belanda ke Nusantara bukanlah kali pertama kehadiran orang-orang Eropa di daratan ini. Merujuk Muskens[3], Jan Bank menyatakan bahwa sejumlah jemaat Kristen sudah ada di kota-kota pelabuhan kawasan ini  sejak abad ke-7 dan 9 Masehi.

“Akan tetapi, memang benar, gelombang besar misi terjadi sesudah berlangsungnya ekspansi Portugis dan Spanyol sekitar tahun 1500. …Dengan direbutnya Malaka oleh Portugis di tahun 1511, mulailah penyebaran iman Katholik Roma secara lebih teratur, terutama di daerah-daerah jajahan Portugis di bagian timur Nusantara: Ambon dan Halmahera, Ternate dan Tidore,” lanjut Bank.

Yang menarik, Bank dengan jujur menulis bahwa pelayaran yang dilakukan Portugis dan kemudian Spanyol ke Asia Tenggara yang dihuni negeri-negeri Islam merupakan kelanjutan dari perang suci orang Portugis-Spanyol melawan orang Moor Islam di Jazirah Iberia.[4] (Bersambung/Rizki Ridyasmara)

———————————



[1] M. Yusuf Jamil; Tawarikh Raja-Raja Kerajaan Aceh, hal.47-48.

[2] Jan Bank: Katholieken en de Indonesische Revolutie (Katholik di Masa Revolusi Indpnesia). Kerjasama KITLV dengan Gramedia, Jakarta, 19999, hal.1.

[3] Muskens, M.P.M.; Partner in Nation Building. The Catholic Church in Indonesia; Aachen; 1979, hal. 38.

[4] Ibid.

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru

blog comments powered by Disqus