free hit counters
 

Uighur Mempunyai Andil Dalam Mengislamkan Jawa?

Redaksi – Senin, 24 Rabiul Akhir 1441 H / 23 Desember 2019 06:00 WIB

Eramuslim.com – Dalam satu episode sejarah, wilayah China pernah dipermalukan menjadi negara taklukan dari bangsa luar. Hampir seabad (1280-1368) orang Mongol berhasil mendirikan Dinasti Yuan di China. Menjadi jajahan orang Mongol (bangsa Tartar) yang merupakan rumpun besar dari suku Uighur. Ini menjadi cerita kelam bagi bangsa Han, yang merupakan etnis terbesar di China. Takluk oleh bangsa barbar. Begitu mereka (baca: orang Han/kekaisaran China) menyebutnya.

Bahkan jika sejarah penguasaan bangsa Manchuria atas China, yang konon juga merupakan salah satu rumpun Tartar, maka penjajahan bangsa Tartar terhadap bangsa Han (China) lebih lama lagi. Hampir tiga abad, orang Tartar Manchuria kokoh mendirikan Dinasti Ching (1664-1912).

Orang Mongol tinggal di utara Gurun Gobi. Mereka dikenal sebagai orang yang liar dan kuat, dan mengaku sebagai keturunan serigala biru. Saat malam menjelang, anak-anak dengan senang mendengarkan dongeng-dongeng tentang pahlawan-pahlawan yang menjadi pemimpin di kaum mereka. Cerita tentang kemenangan, kebebasan, kebesaran dan peperangan. Heroisme ini mengendap pada setiap mimpi anak-anak. Kelak, ketika dewasa menjadi pasukan tempur yang sangat ambisius dan brutal.

Episode penaklukan China, yang berada di dalam tembok besar, merupakan cerita tragis. Derap kuda besar yang kuat, yang biasa dipakai menyeberangi luasnya Gurun Gobi, datang bak tsunami meluluhlantahkan kekuasaan Kekaisaran Dinasti Sung. Tidak butuh waktu lama, kota demi kota Dinasti Sung China takluk. Batas tapal kuda ternyata tidak hanya berhenti sampai muara Sungai Kuning. Kuda-kuda itu naik kapal laut, menyeberang lautan, memicu badai sampai Pulau Jawa.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Historia Terbaru