free hit counters
 

Wabah Malaria dan Pembangunan Baitul Maqdis di Zaman Nabi Daud a.s

zahid – Senin, 17 Ramadhan 1441 H / 11 Mei 2020 16:15 WIB

Eramuslim – NABI┬áDaud alaihis salam diberikan banyak cobaan oleh Allah SWT. Salah satunya harus menghadapi wabah malaria dan peperangan yang menelan banyak korban jiwa.

Di medan perang, Nabi Daud AS membutuhkan senjata yang paling mutakhir tentu akan memudahkan perlawanan. Kesulitan itu juga terjadi pada zamannya karena tak ada alat-alat canggih. Ya, semasa remaja Nabi Daud ternyata pernah ikut berperang. Menurut buku Kisah-Kisah 25 Nabi dan Rasul karya Ali Nurfadhilah, Nabi Daud ikut berperang melawan Jalut si raksasa.

Peperangan ini terjadi di bawah kekuasaan Raja Thalut. Tanah Palestina sempat jaya di masa Yusya’ bin Nun. Namun, tanah Palestina kemudian diserbu dan dikuasai bangsa lain. Masyarakat berdoa pada Allah SWT agar ditunjuk satu pemimpin dan Raja Thalut orangnya.



Thalut pun berusaha mati-matian untuk mengusir penjajah dari tanah Palestina. Dia mengajak semua warganya yang tak punya ikatan rumah tangga dan pedagang untuk berjuang mempertahankan Palestina.

Nah, Nabi Daud muda ikut di antara rombongan yang berperang. Ia diketahui hanya bermodalkan batu ketapel dalam perang tersebut. Tak disangka dan diduga, senjata yang dianggap sepele itu malah jadi senjata mematikan melawan Jalut si raksasa pemimpin bangsa lain.

Batu ketapel yang diarahkan ke Jalut tepat mengenai dahi di antara dua alis. Hal ini membuat Jalut rubuh dan mati di medan perang. Dengan demikian, perang pun dimenangkan pasukan Raja Thalut berkat Nabi Daud.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Historia Terbaru