free hit counters
 

Obama Adalah Pengikut Syiah ?

heri – Rabu, 21 Sya'ban 1436 H / 10 Juni 2015 09:44 WIB

khoemaini-obamaEramusim.com – “The Washington Post” salah satu surat kabar AS, mempublikasikan video dari mantan anggota dewan Irak “Taha Lahibi”, yang menjelaskan mengapa Presiden AS “Barack Obama” sangat dekat dengan Iran, dan siap untuk bekerja sama serta bernegosiasi dengan mereka, ia beralasan hal itu disebabkan karena Obama sebenarnya adalah Syiah.

Dalam video yang diunggah di situs “YouTube” itu, Taha mengatakan : Presiden Obama lebih sering bekerja sama dengan Syiah Iran, dan hal itu bisa terjadi karena asal keluarga ayah Presiden Obama adalah Syiah .. dan ia menunjukkan bahwa nama “Barack Hussein Obama” merujuk kepada nama cucu Nabi yang syahid yaitu Imam Hussein, ia menambahkan pula bahwa Obama dibesarkan di pangkuan seorang Syiah, yaitu ayahnya, “Hussein.”

Surat kabar itu melihat bahwa video tersebut mungkin akan membuat pembaca Amerika terkejut, terutama ketika mereka meyakini rumor bahwa presiden mereka, “Obama,” yang Kristen, memiliki agenda rahasia.



Surat kabar itu mengatakan bahwa rumor menyebar ketika Obama maju dalam pemilihan tahun 2008 untuk Partai Demokrat, dan menjadi seorang Muslim secara rahasia, dan diberitahu bahwa ia telah belajar di sekolah “Islam” di Indonesia, saat ibunya sedang bekerja di sana lalu menikah dengan seorang Muslim Indonesia.

Surat kabar itu menambahkan: meskipun ia telah membantah rumor, tapi tahun lalu, jajak pendapat menunjukkan bahwa 50% dari masyarakat percaya bahwa Obama adalah seorang Muslim.

Di sisi lain, surat kabar Iran mengatakan sebelum pemilu pada tahun 2008: Obama adalah seorang Syiah karena namanya, namun tidak memberikan bukti yang kuat, khususnya ayah Obama adalah asal Kenya, dimana Kenya sebagian besar adalah Muslim Sunni.

Surat kabar itu juga mengatakan: saat pengumuman kemenangan Obama sebagai presiden Amerika, warga Syiah di Sadr City, dekat ibukota Baghdad, merasakan kebahagiaan dan bangga, majalah Times saat itu melaporkan bahwa Syiah di Sadr City, mengatakan, “Kami telah memiliki saudara di Gedung Putih.” (Hr/islammemo)

Berita Terbaru