free hit counters
 

Pakar Sejarah Sebut Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

Redaksi – Rabu, 24 Zulhijjah 1442 H / 4 Agustus 2021 19:30 WIB

Eramuslim.com

Lama tidak terungkap, Swiss ternyata menyimpan masa lalu kelam di era kolonialisme dunia. Salah satu tempat jajahannya bahkan banyak tersebar di Indonesia. Bukan hanya datang sebagai pengusaha, namun Swiss juga salah satu pemasok tentara KNIL di Indonesia. Kompas.com menemui Andreas Zangger, sejarawan khusus yang meneliti Kolonialisme Asia Tenggara.

Berikut petikannya:

Anda menulis buku tentang Swiss dan Kolonialisme. Apa sebenarnya yang menjadi latar belakang sehingga orang Swiss juga terlibat dalam kolonialisme hingga ke Indonesia?



Swiss negara kecil dan tidak punya banyak kekayaan alam. Sejak dahulu, Swiss sudah mencoba untuk mencari uang, tidak terkecuali di era kolonialisme. Swiss dikenal juga sebagai penyuplai tenaga kerja di bidang ketentaraan. Tidak terkecuali di dalam tubuh VOC. Intinya, karena alasan perekonomianlah, Swiss mencari uang di luar negeri. Selain di bidang ketentaraan, sebagai serdadu bayaran, Swiss juga mencari peluang dalam bidang industri tekstil. Mereka mencari bahan baku di sana, lalu kembali mengekspornya.

Namun usaha tekstil ini hanya berjalan tidak lama, kalah bersaing dengan batik cap yang lebih efisien dan murah.

Selain industri tekstil, apakah orang Swiss juga terlibat industri perkebunan?

Ya, betul. Setelah Belanda membuka investasi asing untuk perkebunan di Sumatera. Abad 19-an, khususnya perkebunan tembakau, banyak orang Swiss terlibat. Di Zurich ada peninggalan bersejarah sehubungan dengan industri tembakau, namanya Villa Patumbah. Sejarah perkebunan tembakau zaman itu bukan zaman yang indah untuk Indonesia. Masa eksploitasi untuk rakyat setempat. Industri tembakau ini sangat menjanjikan, sehingga investor Belanda sendiri juga ikut bermain disana. Pengusaha Swiss mulai terdesak dan akhirnya mencari alternatif lain, yakni perkebunan kopi dan karet. Kendati demikian, investor Swiss tetap disukai oleh Belanda ketimbang investor dari Inggris, yang saat itu juga menjadi negara imperialis, sebuah ancaman bagi Belanda.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Berita Terbaru