free hit counters
 

Pakar Sejarah Sebut Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

Redaksi – Rabu, 24 Zulhijjah 1442 H / 4 Agustus 2021 19:30 WIB

Pengusaha Swiss yang ikut dalam kolonialisme, apakah berjumlah banyak?

Sangat sedikit. Justru yang agak besar itu adalah serdadu bayaran Swiss. Mereka masuk dalam KNIL dalam jumlah ribuan, terutama di era 1850 hingga 1860. Belanda lebih suka merekrut tentara Eropa ketimbang melatih tentara pribumi, yang dikhawatirkan memberontak seperti di India.

Di negara mana Swiss terlibat kolonialisme?

Dimana saja ada bagian orang Swiss. Namun di Indonesia mereka sangat disukai dan diterima, karena Swiss netral dan bukan negara imperialisme. Belanda lebih suka investor dari Swiss ketimbang dari Jerman. Swiss bukan saingan, lain dengan Jerman atau Inggris. Pada mulanya sampai 5 persen keberadaan pengusaha Swiss di Sumatera, namun pada akhirnya tinggal 1 persen. Tidak banyak, tapi ada. Meskipun sedikit, namun mereka punya posisi penting.



Ada pengusaha dari Appenzell, Zimmermann, yang memiliki istri dari Maluku?

Ya, tapi campuran. Wanita ini tetap dianggap Eropa, karena beragama Kristen. Dia juga pernah menikah sebelumnya dengan Kapten Belanda. Ada juga keturunan Swiss Indo yang jadi anggota DPR di Nidwalden, Swiss Tengah. Bermula dari perwira di KNIL, Louis Borneo, yang memiliki simpanan asal Kalimatan. Putranya dibawa ke Swiss, sementara putrinya tetap tinggal bersama ibunya. Anak itu menjadi anggota DPR Nidwalden.

Melihat masa lalu Swiss di era kolonialisme, bisakah disebut bahwa Swiss juga penjajah?

Saya kira demikian. Swiss memang tidak memiliki tanah jajahan, tapi terlibat dalam kolonialisme, yang merupakan proyek masyarakat Eropa. Swiss ikut di dalamnya dan memperoleh keuntungan. Masyarakat Eropa saat itu menganggap dirinya lebih unggul dan negara lain dijadikan jajahannya. Swiss terlibat sebagai serdadu bayaran, pengusaha dan juga misionaris.

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4

Berita Terbaru