free hit counters
 

Pakar Sejarah Sebut Swiss Terlibat Penjajahan di Indonesia

Redaksi – Rabu, 24 Zulhijjah 1442 H / 4 Agustus 2021 19:30 WIB

Benarkah Swiss kaya raya karena kolonialisme?

Pada 1820, saat itu, Swiss 3 kali lebih kaya dari negara miskin. Sekarang 100 kali lebih kaya. Tentu saja ini hubungan yang rumit. Tapi tetap kolonialisme ada peran penting dalam menyumbang kekayaan itu. Sampai sekarang pun demikian. Bahan mentah diekspor ke swiss lalu dijual lagi dalam bentuk produk jadi.

Swiss apakah terlibat dalam perbudakan langsung?

Ya, ada perusahaan di Bern yang terlibat langsung dengan perdagangan manusia. Bern terlibat dalam investasi di Karibia, bagaimana di sana menggunakan budak untuk perkebuman tebu. Di Lombok, ada juga orang Swiss yang terlibat perdagangan budak sampai era 1860, setelah itu perbudakan di Indonesia dihapus.

Mengapa kolonialisme di Indonesia sangat lama?

Memang lama, tapi juga perjuangan kemerdekaan di Indonesia juga yang pertama. Indonesia berperan penting dalam membebaskan diri dari penjajahan. Indonesia perintis itu, termasuk konferensi Asia-Afrika. Kalian harus bangga dengan perjuangan itu.

Apa yang seharusnya dilakukan orang Swiss sekarang dengan masa lalu semacam itu?



Sampai sekarang secara resmi tidak ada pengakuan bahwa Swiss itu penjajah. Sudah saatnya orang Swiss jujur, bahwa mereka memang penjajah. Harus sadar akan hal itu. Saatnya Swiss sekarang harus ikut mengubah struktur yang ada. Misalnya perusahaan Swiss yang diuntungkan dengan perdagangan bahan mentah di suatu negara, saatnya ada pajak juga yang dibayarkan ke negara itu. Itu lebih penting dari pada sebuah permintaan maaf.

Ada yang ingin disampaikan sehubungan tema ini?

Jika tema kolonialisme dibicarakan, orang akan bereaksi seperti terkejut, melihat hubungan langsung dengan moral, hanya melihat perbudakan, melihat tuan dengan budaknya. Saat ini harus dilihat strukturnya diubah, harus diubah pemikiran bahwa masyarakat kulit putih lebih unggul dari masyarakat lain. Secara ekonomi juga demikian, harus ada perubahan yang adil, sebagaimana pembayaran pajak ke negara yang bahan bakunya dikeruk untuk keuntungan maksimal tadi.

Sumber :  https://www.kompas.com/global/read/2021/08/03/182316970/pakar-sejarah-sebut-swiss-terlibat-penjajahan-di-indonesia?page=all.
Penulis : Kontributor Internasional, Krisna Diantha Akassa

← Halaman sebelumnya

Halaman 1 2 3 4

Berita Terbaru