free hit counters
 

60% Lebih Warga Palestina Ingin Batalkan Perjanjian Oslo Dengan Zionis Israel

zahid – Jumat, 6 November 2015 15:00 WIB

intifadahEramuslim – Institut Penelitian dan Pengembangan Dunia Arab menyatakan 60% lebih rakyat Palestina menginginkan Otoritas Abbas untuk segera membatalkan perjanjian Oslo dan klausa ekonomi dengan Zionis Israel.

Dalam hasil jajak pendapat yang dikeluarkan Institut pada hari Kamis (05/11) menyatakan bahwa 64% warga Palestina mendukung penghapusan klausul ekonomi dan perjanjian Oslo dengan Zionis Israel, sementara 28% menolaknya, dan 8% tidak menentukan pilihan.

Selain itu dalam jajak pendapat yang dilakukan pada bulan Oktober kemarin, Institut Penelitian dan Pengembangan Dunia Arab mendapati bahwa 57% warga Palestina meminta Abbas untuk membatalkan kerjasama dan koordinasi dengan pemerintah Zionis Israel.

Perjanjian Oslo sendiri ditandatangani mendiang Presiden Yaser Arafat dan PM Yitzhak Rabin dihadapan Presiden AS Bill Clinton pada 13 September 1993 di Oslo, Norwegia, sebagai fase transisi perdamaian antara Palestina dan Israel.

Adapun klausa ekonomi dengan Zionis Israel ditandatangani



Perlu diketahui akibat dari perjanjian Oslo penjajah Zionis Israel membagi wilayah Tepi Barat menjadi tiga zona, A, B, dan C. Berikut penjelasan pembagian wilayah tersebut;

1. Zona A memiliki luas 18% dari total wilayah Tepi Barat sebesar 5.640 kilometer persegi. Di zona ini Otoritas Palestina berhak mengontrol penuh wilayah ini baik secara administrasi ataupun kontrol keamanan.

2. Zona B mewakili 21% dari luas wilayah Tepi Barat sebesar 5.640 kilometer persegi. Di zona ini Otoritas Palestina hanya berhak mengontrol wilayah ini secara administrasi, sedangkan keamanan diserahkan kepada penjajah Zionis Israel.

3. Zona C mewakili 61% dari luas wilayah Tepi Barat. Di zona ini Otoritas Palestina tidak berhak mengontrol wilayah ini secara administrasi dan keamanan. Apapun kebijakan yang diambil Otoritas Palestina di wilayah ini harus mendapat persetujuan oleh Zionis Israel. (Rassd/Ram)

Berita Palestina Terbaru