free hit counters
 

Analis Inggris: Ajukan Kemerdekaan Di DK PBB, Apakah Presiden Palestina Bodoh Tidak Pernah Belajar Dari Masa Lalu ???

zahid – Senin, 13 Rabiul Awwal 1436 H / 5 Januari 2015 13:21 WIB

robert fiskEra Muslim – Penulis sekaligus analisis kenamaan asal Inggris, Robert Fisk, menyebut otoritas yang dipimpin oleh Mahmoud Abbas tidak pernah belajar dari kesalahan masa lalu dengan mengajukan keanggotaan Palestina di Mahkamah Pidana Internasional.

Dalam artikel yang diterbitkan oleh surat kabar kenamaan The Independent hari Minggu (04/12) kemarin, Robert Fisk mengatakan bahwa bergabungnya Palestina dalam Mahkamah Pidana Internasional bagaikan “pisau bermata dua.”

Fisk menjelaskan bahwa langkah tersebut selain memungkinkan Palestina mengajukan Israel ke hadapan Pengadilan Kriminal Internasional, akan tetapi juga dapat menjadikan gerakan Perlawanan Islam “Hamas” sebagai terdakwa dengan tuduhan yang sama.

“Saya percaya bahwa setiap orang Palestina yang berakal pasti akan menghentikan langkah formal tersebut, yang telah mempercayakan kemerdekaan tanah airnya kepada hukum internasional untuk menyelesaikan konflik dengan Israel. Apakah mereka tidak pernah belajar dari masa lalu ?,” ujar Fisk.

Fisk menyebut bahwa Amerika Serikat telah 40 kali menggunakan hak vetonya sejak tahun 1975, untuk mencegah Palestina mengajukan diri sebagai negara merdeka di organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Selain menggunakan hak vetonya, AS juga selalu menghentikan bantuan keuangan yang diberikan kepada Otoritas Palestina jika mereka menyatakan akan bergabung dengan Mahkamah Pidana Internasional. (Bbcarabic/Ram)

Berita Palestina Terbaru