Banjir Banner, Foto dan Poster Para Syuhada

Saat ini, ada kesamaan yang kontras antara Indonesia dengan Palestina. Khususnya di Jalur Gaza. Di Indonesia, setiap dua meter di mana saja, kita menemukan banner, baligo, foto dan poster caleg yang tengah marak promosi diri. Apalagi kalau bukan untuk menjelang pemilu 9 April 2009 supaya masyarakat mengenal, mengingat, dan kemudian memilihnya.

Di Palestina pun demikian. Terutama di Jalur Gaza. Bedanya, foto-foto, banner, poster dan baligo yang dipajang di sepanjang jalan adalah mereka yang sudah jelas-jelas memberikan kontribusi tinggi terhadap perjuangan umat Islam. Mereka yang terpampang di semua media itu adalah memang yang sudah syahid dalam peperangan melawan Zionis Israel. Walaupun jalanan dan setiap jengkal di Gaza dipenuhi oleh poster dan baliho itu, tidak ada sedikitpun atau satupun masyarakat yang mengeluh. Bahkan mereka bangga melihat poster dan spanduk itu dipajang. Hampir semua poster yang dipampang juga merupakan swadaya mereka sendiri, artinya dibiayai dari kantong masyarakat sendiri.

Poster para pejuang Hamas inilah yang paling banyak dipajang di hampir setiap rumah di Gaza, selain juga menghiasi jalan-jalan dan semua tempat di Gaza. Maklum, Hamas merupakan satu-satunya yang menjadi pembela rakyat Palestina ketika diganyang Israel, Januari silam.

Seorang lelaki berlutut di depan sebuah poster besar saudaranya yang telah syahid.

Sekecil apapun peran seseorang, tetapi menjadi syahid adalah kebanggaan tersendiri.

Seseorang melintasi sebuah poster besar yang memuat gambar seorang ayah yang kehilangan anaknya akibat serangan Israel.

Anak-anakpun dengan penuh rasa kebanggaan menggelar poster dan foto-foto kecil. Kelak, cita-cita mereka pun ingin syahid seperti orang yang mereka bawa fotonya.

Mereka berhati-hati sekali mengerjakannya. Walau pun tidak bagus, namun ada yang jauh membuat mereka bersemangat dalam memproduksi foto itu.

Baru diprint dan akan segera dipasang. Tidak perlu menunggu malam hari dan dipasang pun beramai-ramai.

(sa/ap)