free hit counters
 

Jamaah Masjid di Tepi Barat Bela Syaikh Qardhawi

Al Furqan – Sabtu, 29 Muharram 1431 H / 16 Januari 2010 15:23 WIB

Para jamaah di puluhan masjid di tepi Barat menolak serangan dan kecaman terhadap ulama terkemuka Islam, Syaikh Yusuf al-Qardhawi, atas sikap patriotiknya karena berdiri melawan dan menentang agresi dan pengepungan Israel di Jalur Gaza.

Sumber-sumber lokal di selatan Tepi Barat kota al-Beireh mengatakan bahwa para jamaah di masjid utama di kota menolak serangan dari Imam masjid terhadap Syaikh Qardhawi dan mereka menolak untuk sholat di belakangnya setelah imam tersebut membaca khutbah resmi yang disiapkan oleh Jaksa Penuntut pelayanan awkaf dan urusan agama otoritas Palestina di mana isi khutbah nya melancarkan serangan pedas terhadap Syaikh Qardhawi.

Sumber otoritas Palestina menambahkan bahwa unsur-unsur keamanan menyerbu masjid dan menyerang para jamaah yang mulai berteriak-teriak "Allahu Akbar" untuk memprotes serangan terhadap Imam Qardhawi. Aparat keamanan juga menangkap sejumlah jamaah.



Sementara itu, para jamaah di masjid Ibrahimi, di bagian selatan Tepi Barat kota al-Khalil, memaksa imam otoritas Palestina-Dayton untuk turun dari mimbar ketika imam itu mulai menyerang Syaikh Qardhawi, mereka menyela khotbahnya dengan teriakan "Allahu Akbar "untuk memprotes serangan kurang ajar terhadap Syaikh Qardhawi yang merupakan  figur Islam yang sangat dihormati yang selalu berdiri besama rakyat Palestina.

Sumber-sumber lokal di kota Tepi Barat utara Nablus juga melaporkan bahwa jamaah di Masjid Agung Salahi juga memprotes serangan Imam masjid terhadap Syaikh Qardhawi dan memaksa imam turun dari mimbar.

Ada laporan bahwa puluhan jamaah di masjid lainnya di Tepi Barat memprotes materi khotbah yang didistribusikan oleh otoritas Palestina-Dayton kementrian wakaf dan pelayanan yang dipimpin oleh Mahmud al-Habbash.

Namun banyak juga imam masjid yang tidak mau membacakan materi khutbah resmi yang mengecam Syaikh Qardhawi yang distribusikan oleh otoritas Palestina,  meskipun mereka berisiko dipecat dari jabatannya.(fq/pic)

Berita Palestina Terbaru

blog comments powered by Disqus