free hit counters
 

Muhammad Dahlan Kecam Syaikh Qardhawi dan Hamas

Al Furqan – Minggu, 17 Januari 2010 10:22 WIB

Anggota komite sentral gerakan Fatah dari otoritas Palestina – Muhammad Dahlan mengecam presiden federasi ulama Islam Dunia – Syaikh Yusuf Qardhawi dan mengkritik pernyataan Qardhawi terhadap Mahmud Abbas.

Dalam wawancaranya lewat telepon dengan kantor berita Jerman, Dahlan mengatakan: " Qardhawi adalah seorang Muslim dan seorang ulama, dan sudah seharusnya berperilaku berbeda dengan orang lain dan ia harusnya memiliki peran dalam mengakhiri perbedaan dengan sesama Muslim, ia tidak boleh mengkampanyekan fatwa yang tidak ada hubungannya dengan wacana agama."

Sebelumnya Syaikh Qardhawi telah mengatakan agar Mahmud Abbad pantas untuk dirajam jika memang benar ia mendukung agresi militer Israel di jalur Gaza.

Pada hari Jumat yang lalu, kementrian wakaf dan agama pemerintahan otoritas Palestina di tepi Barat telah membagikan isi khutbah jumat yang wajib dibacakan oleh seluruh imam/khatib di tepi barat yang berisi kecaman dan mengkritik Syaikh Qardhawi.



Namun jamaah masjid di tepi barat malah memprotes isi khutbah tersebut dengan menyela dengan teriakan Allahu Akbar sewaktu khatib membacakan isi khutbah yang mengecam Syaikh Qardhawi, bahkan sebagian jamaah di masjid lain memaksa turun khatib dari mimbar dan ada juga jamaah yang tidak mau berimam terhadap imam yang berkhutbah mengecam Syaikh Qardhawi.

Pada sebagian masjid terjadi bentrokan dengan aparat keamanan otoritas Palestina, ketika para jamaah memaksa turun khatib dari mimbar.

Dahlan juga mengecam Hamas yang menolak pembangunan tembok baja pemerintah Mesir. Ia mengatakan: "Mesir memiliki hak untuk menjaga dan melindungi keamanan nasionak negaranya dan merupakan pelanggaran yang nyata ketika beberapa waktu yang lalu Hamas memasuki wilayah Mesir dan membunuh seorang perwira militer Mesir.

Dahlan juga mengatakan: "Setiap orang harus ingat bahwa di era presiden Yasser Arafat tidak pernah terjadi kegilaan seperti ini, dan jika Hamas ingin berjuang, seharusnya mereka menyerang di perbatasan Israel bukan ke perbatasan Mesir."(fq/imo)

Berita Palestina Terbaru

blog comments powered by Disqus