Palestina Beri Waktu Israel 1 Tahun untuk Tinggalkan Yerusalem Timur

Eramuslim.com –  Presiden Palestina Mahmoud Abbas menuduh Israel menghancurkan prospek penyelesaian politik berdasarkan solusi dua negara  melalui permukiman di Tepi Barat yang direbut dalam perang Timur Tengah 1967.

Seorang warga Palestina bermain dengan anaknya saat merayakan Idul Adha di Kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem, 20 Juli 2021. Warga Palestina bersuka cita merayakan Idul Adha dengan berkumpul di Masjid Al Aqsa. REUTERS/Ammar Awad

Berbicara di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa  pada Jumat, 24 September 2021, lewat video dari Tepi Barat, Abbas mendesak dunia internasional untuk bertindak menyelamatkan solusi dua negara yang selama beberapa dekade menjadi landasan diplomasi untuk konflik Israel-Palestina.

Sebagian besar negara memandang permukiman di Tepi Barat itu ilegal.

Presiden Abbas mengancam akan mencabut pengakuan Palestina atas Israel jika mereka tidak menarik diri dari Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur dalam waktu satu tahun.

“Jika ini tidak tercapai, mengapa (kami) tetap mengakui Israel berdasarkan perbatasan 1967? Mengapa (kami) mempertahankan pengakuan ini?” kata Abbas, seperti dikutip Reuters.

Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Gilad Erdan mengecam pernyataan Abbas. Ia menuduh Palestina menolak perdamaian dengan Israel.

“Pidato Abu Mazen (Abbas) penuh dengan kebohongan,” kata dia.