free hit counters
 

Ribuan Rakyat Palestina Tuntut Adanya Rekonsiliasi Nasional

Al Furqan – Rabu, 11 Rabiul Akhir 1432 H / 16 Maret 2011 08:52 WIB

Ribuan warga Palestina memadati alun-alun utama di Jalur Gaza dan Tepi Barat pada hari Selasa kemarin (15/3) untuk menyampaikan sikap mereka kepada para pemimpin Palestina agar mengakhiri perseteruan lama yang telah membagi rakyat Palestina antara dua pemerintahan yang saling bersaing.

Demonstran Palestina sambil mengangkat spanduk mendesak para pemimpin mereka untuk menyatukan pemerintah yang berpisah setelah Hamas menguasai Gaza pada bulan Juni 2007, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dari Partai Fatah yang berkuasa di Tepi Barat.

Demonstrasi awalnya diselenggarakan oleh aktivis independen di Facebook, terinspirasi oleh perubahan besar melewati kawasan ini.

Puluhan ribu orang turun ke jalan di Kota Gaza.

Di Ramallah, pemerintahan Tepi Barat, sekitar 8.000 demonstran – sebagian besar dari mereka mahasiswa dan pemuda – berbaris melalui alun-alun pusat, menyerukan persatuan nasional.

Pembagian antara Tepi Barat dan Jalur Gaza merupakan hambatan besar bagi kemerdekaan Palestina.

Upaya rekonsiliasi beberapa waktu yang lalu telah gagal dan aksi pawai warga Palestina tampaknya tidak mungkin membawa kedua pihak baik Hamas maupun Fatah untuk menyerahkan kekuasaan yang mereka miliki.

Tetapi jika kekuatan kampanye semakin kencang, hal itu bisa menekan pemerintah yang saling bersaing tersebut mulai berbicara lagi. Hamas, khususnya, sedang menunggu untuk melihat bagaimana situasi perkembangan di Mesir. Kelompok ini berharap pemerintah Mesir berikutnya akan mengurangi atau mengangkat blokade yang melumpuhkan Gaza – suatu perkembangan yang akan memperkuat Hamas dan meningkatkan daya tawar mereka dalam bernegosiasi dengan Fatah.

Berbicara kepada pemerintah di Gaza, Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyah mengatakan sudah waktunya kedua pemerintahan untuk bertemu dan mengesampingkan perbedaan mereka dan meminta para pemimpin Fatah memulai proses rekonsiliasi.

Jurubicara Fatah Ahmed Assaf menolak tawaran itu Selasa kemarin, mengatakan tawaran itu tidak murni.(fq/ap)

loading...

Berita Palestina Terbaru

blog comments powered by Disqus