free hit counters
 

Yahudi Melakukan Pelecehan Terhadap Kuburan Sahabat Nabi

Al Furqan – Kamis, 3 Rabiul Awwal 1431 H / 18 Februari 2010 14:59 WIB

Botol minuman alkohol berserakan di makam bersejarah

Al-Aqsha Foundation mengutuk ulah para Yahudi ekstrimis kafir atas tindakan mereka yang melecehkan dan menghina kesucian warisan bersejarah pemakaman kaum muslimin di Yerusalem, di mana sejumlah Yahudi melakukan penodaan terhadap pemakaman umat Islam itu dengan melakukan aksi minum-minuman alkohol di lokasi pemakaman.

Al-Aqsha Foundation dalam laporannya memaparkan beberapa foto-foto yang menunjukkan adanya pelanggaran dan penghinaan Yahudi terhadap pemakaman tersebut dengan banyaknya botol-botol minuman keras berserakan di lokasi makam, yang makam bersejarah itu sendiri terdapat beberapa sahabat Nabi dikuburkan di sana.



Dalam pernyataannya, Al-Aqsha Foundation mengutuk keras ulah Yahudi yang telah melakukan pelecehan terhadap warisan bersejarah umat Islam tersebut dengan melakukan aksi mabuk-mabukan dan perzinahan di lokasi pemakaman yang terletak di Yerusalem.

Beberapa pejabat Al-Aqsha Foundation terpana sewaktu mereka melakukan kunjungan lapangan di pemakaman bersejarah itu, karena ada sejumlah botol minuman keras tergeletak di beberapa makam. Mereka juga melaporkan bahwa Israel telah merampas sebagian besar lokasi pemakaman pada tahun lalu dan menjadikannya sebagai taman umum.

Presiden Al-Aqsha Foundation Zaki Ighbarieh dalam pernyataannya mengatakan bahwa pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas kejahatan dan pelanggaran serta penodaan terhadap kesucian makam bersejarah, yang didalam makam tersebut tidak hanya dikuburkan sejumlah sahabat Nabi Muhammad, namun beberapa ulama, dan syuhada juga dikuburkan di sana selama ratusan tahun.

Pada pekan lalu Center for Constitutional Rights di New York telah mewakili 15 keluarga dari Yerusalem menyampaikan tuntutan kepada PBB agar segera mengambil tindakan segera atas pelanggaran HAM yang di lakukan Israel terhadap pemakaman umat Islam di Yerusalem. (fq/islamtoday)

Berita Palestina Terbaru