free hit counters
 

PBB: Jumlah Warga Sipil Terkepung Di kota Fallujah Capai 90 Ribu Jiwa

zahid – Kamis, 4 Ramadhan 1437 H / 9 Juni 2016 12:30 WIB

Somali displaced children attend a class at an outdoors makeshift school in Daymarudi Camp 10 December 2007 on the outskirts of Mogadishu. Back-to-back bloody clan battles in Somalia -- now spanning 16 years and worsened by nearly a year of insurgency -- have wiped out basic services in Mogadishu, where the latest clashes Sunday claimed the life of a civilian and wounded three others.  AFP PHOTO/JOSE CENDON (Photo credit should read JOSE CENDON/AFP/Getty Images)

Somali displaced children attend a class at an outdoors makeshift school in Daymarudi Camp 10 December 2007 on the outskirts of Mogadishu. Back-to-back bloody clan battles in Somalia — now spanning 16 years and worsened by nearly a year of insurgency — have wiped out basic services in Mogadishu, where the latest clashes Sunday claimed the life of a civilian and wounded three others. AFP PHOTO/JOSE CENDON (Photo credit should read JOSE CENDON/AFP/Getty Images)

Eramuslim – Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa jumlah warga sipil yang terperangkap perang di kota Fallujah meningkat dari 50 ribu menjadi 90 ribu jiwa dalam laporan terbaru yang dirilis pada hari Rabu (08/06) kemarin.

“Perkiraaan kami sebelumnya mengenai jumlah warga sipil yang masih terperangkap di kota Fallujah ternyata salah. Ada lebih banyak warga yang terjebak perang antara milisi Negara Islam dengan pasukan pemerintah Syiah Irak,” ujar koordinator PBB untuk urusan kemanusiaan di Irak, Liz Grand, kepada Reuters.

Liz Grand melanjutkan, “Banyaknya warga sipil yang telah keluar dari kota memberi kita kesan kuat bahwa jumlah warga yang terjebak di dalam kota mencapai angka 80 atau 90 ribu orang.”

Mulai menggelar operasi perebutan kota Fallujah pada 23 Mei kemarin, pemerintah Irak meminta bantuan 30 ribu milisi Syiah untuk merebut kota yang diduduki oleh Negara Islam sejak awal tahun 2014 lalu.

Sebelumnya presiden Observatorium Internasional untuk mendokumentasikan kejahatan dan menuntut Iran, Anwar Malek, menyebut apa yang terjadi di kota Fallujah bukanlah sebuah perebutan kota melainkan pemusnahan warga Sunni Irak. (Skynewsarabia/Ram)

loading...

Berita Terbaru

blog comments powered by Disqus