free hit counters
 

Pejabat India Lebih Memilih Divaksin Produk Negaranya Sendiri

Redaksi – Kamis, 19 Rajab 1442 H / 4 Maret 2021 09:45 WIB

Eramuslim.com – Para menteri dan pejabat pemerintah di India mengikuti Perdana Menteri Narendra Modi yang lebih memilih divaksinasi dengan vaksin Covid-19 buatan dalam negeri daripada vaksin AstraZeneca, walaupun vaksin buatan India disetujui tanpa data kemajuran tahap akhir.

Menteri kesehatan, menteri luar negeri, menteri hukum, termasuk para gubernur negara bagian, berbondong-bondong mengungkapkan dukungannya di Twitter terhadap vaksin COVAXIN yang dikembangkan Bharat Tech, setelah disuntikkan ke PM Modi pada Senin.

“Vaksin buatan India aman 100 persen,” kata Menteri Kesehatan India, Harsh Vardhan setelah disuntik dengan COVAXIN, dikutip dari Channel News Asia, Rabu (3/3).



Sejumlah pejabat negara bagian dan para dokter menolak menerima COVAXIN sebelum kemanjurannya bisa dibuktikan. Bharat Biotech mengatakan pihaknya telah menyelesaikan uji coba tahap akhir dan hasilnya akan keluar bulan ini.

Perusahaan ini mengatakan, dukungan dari Modi dan menteri lainnya akan menjadi contoh bagi warga India dan mengurangi “keraguan terhadap vaksin”. Perusahaan ini akan menjual COVAXIN ke sejumlah negara termasuk Brasil dan Filipina.

COVAXIN dan vaksin AstraZeneca disetujui regulator India pada Januari.

Berdasarkan data pemerintah, pemerintah federal India telah mendistribusikan ke negara-negara bagian 50 juta dosis vaksin tapi hanya 12 persen dari 12 juta orang yang telah divaksinasi menggunakan COVAXIN sejauh ini.[merdeka.com]

Berita Terbaru