Profil Pangeran Penakluk Arab Saudi “Mohammed bin Salam”

5月10日、サウジアラビアのムハンマド副皇太子(写真)は2週間前、経済改革案を発表したが、それ以降でサウジのCDSはスプレッドが拡大、改革を成功に導けるだけの歳入を確保できないのではないか、と一部の投資家が懸念している様子がうかがえる。リヤドで4月撮影。提供写真(2016年 ロイター/Saudi Press Agency/Handout/File Photo via REUTERS)

Eramuslim – Sejak pimpinan tertinggi dijabat Raja Salman pada awal tahun 2015 lalu, Kerajaan Arab Saudi mengalami perubahan besar-besaran. Namun, aktor “pengguncang” negara itu bukanlah Rajanya, melainkan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang merupakan anak kandung Raja Salman.

Putra Mahkota yang dikenal dengan sapaan MBS ini dicatat sebagai Menteri Pertahanan termuda di dunia. Di usia 32 tahun, dia tak hanya memainkan peran penting dalam perseteruan regional dengan Syiah Iran dan perang di Yaman, tapi juga melakukan “pembersihan” di lingkungan kerajaan dari praktik korupsi.

MBS yang juga menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri Kerajaan Saudi ini, juga merombak image negaranya dari konservatif menuju ke arah moderat, bahkan akan menyaingi Barat dalam bidang tertentu melalui program reformasi “Vision 2030”.

Dikutip dari Al Jazeera dalam terbitan hari Kamis (9/11/2017), putra Raja Salman ini lahir pada tanggal 31 Agustus 1985. Ibunya, Putri Fahda binti Falah bin Sultan bin Hathleen, berasal dari suku Ajman, yang pemimpinnya adalah ayah sang putri, Rakan bin Hathleen.

Pada tahun 2008, Pangeran Mohammed bin Salman menikahi Putri Sarah binti Mashhoor bin Abdulaziz al-Saud. Pasangan ini memiliki tiga anak.

Menempuh pendidikan dasar di Riyadh, ibu kota negara Saudi , di mana dia berada di antara 10 besar siswa dari kerajaan. Pengeran Mohammed bin Salman memperoleh gelar sarjana hukum dari King Saud University. Sepanjang waktunya sebagai mahasiswa, Pangeran Salman terdaftar dalam berbagai program pelatihan.