free hit counters
 

Study komparatif; Andalusia Riwayatmu Kini (2)

Adityanugroho – Selasa, 27 Muharram 1432 H / 4 Januari 2011 12:12 WIB

Oleh Guntara Nugraha Adiana Poetra, Lc *

Episode akhir sejarah Islam di Andalusia

(Andalusia dengan segala segala nuansanya memberikan cerita tersendiri di kalangan umat Islam dan non Islam)

Pada 1238 Cordova jatuh ke tangan Kristen, lalu Seville pada 1248 dan akhirnya seluruh Spanyol. Hanya Granada yang bertahan di bawah kekuasaan Bani Ahmar (1232-1492). Kepemimpinan Islam masih berlangsung sampai Abu Abdullah. Kemudian dia meminta bantuan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella untuk merebut kekuasaan dari ayahnya. Abu Abdullah sempat naik tahta setelah ayahnya terbunuh. Namun Ferdinand dan Isabella kemudian menikah dan menyatukan kedua kerajaan. Mereka kemudian menggempur kekuatan Abu Abdullah untuk mengakhiri masa kepemimpinan Islam sama sekali di bawah kekuasaan raja dan ratu Katolik tersebut.

Sejak itulah, seluruh pemeluk Islam juga Yahudi, dikejar-kejar untuk dihabisi sama sekali atau berpindah agama. Mega proyek Imperium Kristus dengan hegemoninya terhadap pemeluk Islam itu dibawa oleh pasukan Spanyol yang beberapa tahun kemudian menjelajah hingga kawasan Asia tenggara tepatnya di Filipina. Kesultanan Islam di Manila pun mereka bumihanguskan, seluruh kerabat Sultan mereka perangi.

Alhasil memasuki Abad ke-16, Tanah Andalusia yang selama delapan Abad dalam naungan Islam kemudian bersih sama sekali dari keberadaan Muslimin setelah ekspansi besar-besaran para penguasa barat dengan imperium kristusnya merebut Andalusia dengan mengakhiri cerita pada Tragedy Granada, dimana Umat Islam ketika itu dihabisi dengan kejam tanpa belas kasihan.

Sebenarnya kejadian ini lebih dikenal dan disulap menjadi perayaan April mop (April Fools’ Day) di kalangan masyarakat dunia dan diperingati setiap tanggal 1 April setiap tahun. Pada hari itu, orang dianggap boleh berbohong atau memberi lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah, padahal tidak demikian di kalangan umat Islam, keduanya saling berlawanan. Pada bulan itulah umat Islam di habisi dengan cara dibohongi dengan jaminan keselamatan dari pasukan Kristus dengan meninggalkan Granada tanpa disakiti sedikitpun, alih-alih diberikan keselamatan yang terjadi justru sebaliknya umat Islam dihabisi dan lengkaplah sudah kisah akhir Andalusia dengan Tragedy berdarah ini.

Cemerlangnya cerita Andalusia sebenarnya bukan hal baru, termasuk perpecahan dan kemunduran pasca kejayaan. Berkaca ribuan tahun silam Bani Israil bisa kita jadikan contoh relevan untuk dijadikan pelajaran berharga. Nabi Daud dan Sulaiman ‘alaihima as-salam mereka berdua sukses membawa Bani Israil kepada kegemilangan sejarah dan kemakmuran (fase keemasan). Setelah wafatnya Nabi Daud dan Sulaiman ‘alaihima as-salam, Bani Israil yang dulu kuat dan di puja-puja akhirnya menjadi kaum yang lemah dan mengalami perpecahan yang akhrinya dibagi menjadi dua kelompok :

  1. Kerajaan selatan dengan Yerussalem sebagai ibukota di pimpin oleh Rahbaam (Rehabeam)-(913-930/31 SM).
  2. Kerajaan utara dengan Nabloes sebagai ibukota dan dipimpin oleh Yarbaam (Yerabeam)-(909/910-930/931 SM).

Mereka berdua adalah keturunan para pemimpin Bani Israil terdahulu. Rahbaam Putra Nabi Sulaiman ‘Alaihi as-salam menjadi penerus dari kepemimpin ayahnya, sedangkan Yarbaam enggan berjalan bersama dan lebih memilih menjadi Oposisi ketimbang koalisi dengan Rahbaam dalam memimpin Bani Israil, dari sinilah berawal perpecahan demi hasrat politik menuju kekuasaan dari kubu Yarbaam.

Faktor mendasar kemunduran Bani Israil

Terlena dengan kejayaan, perebutan tahta kekuasaan, maraknya kubu oposisi yang bersifat subyektif, perpecahan, hidup yang berfoya-foya, krisis moral, dan unsur duniawi lainnya menjadi faktor paling mendasar kemunduran Bani Israil. Setelah beberapa kurun dalam fase kemunduran, estafet kepemimpinan Bani Israil di teruskan oleh Nabi Musa dan Nabi Harun ‘alaihima as-salam dengan membawa risalah ilahi, keduanya mampu mengeluarkan Bani Israil dari penindasan turun temurun di bawah kekuasaan sang diktator Mesir Fir’aun serta berhasil dengan taufik dari Allah ta’ala seperti yang diceritakan di banyak ayat dalam Kitab suci Al Qur’an. salah satunya di Surat Al A’raaf ayat 103-137 juz 9.

Tambuk kepemimipinan Bani Israil pun berganti seiring dengan wafatnya kedua utusan Allah tersebut. Yusha Bin Nun salah seorang murid kepercayaan Nabi Musa ‘alaihi as -salam yang akhirnya menjadi pemimpin Bani Israil membawa mereka ke Tanah sakral Palestina dan menetap di sana dalam jangka waktu yang lama. Yusha Bin Nun senantiasa membagi masa kepemimpinan Bani Israil menjadi 3 bagian : (1). Masa Pemerintahan, (2). Masa kerajaan/kejayaan, (3). Masa perpecahan.

Dibawah kepimimpinan nabi Daud ‘alahi as-salam awal masa pemerintahan, di teruskan nabi Sulaiman ‘alaihi as-salam dengan masa kejayaan, setelah mereka berdua wafat datanglah masa perpecahan seperti yang di ceritakan pada paragraph sebelumnya.

(Masjid Koutoubia adalah masjid terbesar di Marrakech-Maroko, yang merupakan salah satu dari tiga bangunan bersaudara (menara hassan di Rabat-Maroko dan Giralda di Sevilla-Andalusia menara ini selesai di bawah masa pemerintahan khalifah Muwahidun Yaqub al-Mansur [1184-1199])

Catatan akhir study komparatif :

Cerita singkat ini hanyalah contoh kecil dari lembaran sejarah manusia yang bersifat Normatif. APALAH ARTI SEBUAH SEJARAH? kalimat itu ingin saya tanyakan ketika harus disandarkan dengan maraknya Fenomena keagamaan di era globalisasi ini. Bangkitnya pergerakan Islam di Asia tenggara, kemenangan tipis kelompok Islam di Turki atas kubu sekuler dan militer, dan semakin menjamurnya pemeluk Islam di benua Eropa, Australia, Amerika, hingga Asia timur pasca tragedi World Trade Center 2001, walaupun propaganda media massa juga tidak kalah bangkit memberitakan seputar dunia Islam. Ini semua menjadi akumulasi yang tidak terbantahkan perihal meluasnya cahaya Islam yang tidak dapat di bendung oleh kekuatan apapun dengan izin Allah ta’ala, sama halnya seperti meluasnya cahaya Islam ke daratan Andalusia ratusan tahun silam, sesuai dengan beberapa firmannya :

  1. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. ( QS : At-taubah-32 ).
  2. Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada Islam? Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim (7). Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya." (8). ( QS : Ash Shaff,7-8 ).
  3. Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap." Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap. ( QS : Al Israa’-81).
  4. Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. ( QS : Muhammad-7 ).
  5. Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh. ( Al-Anbiyaa’-105 ).
  6. Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik[kalimat tauhid] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana jahat mereka akan hancur. ( QS : Faathir-10 ).
  7. Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang. ( QS : Al Maa’idah-56 ).

(Desain indah khas Andalusia yang sangat mengagumkan, mempunyai nilai arsitektur cukup tinggi dan banyak di jadikan referensi para arsitektur modern, pemandangan seperti ini bisa kita jumpai di negri-negri pewaris budaya Andalusia termasuk di negri seribu benteng Maroko)

Fakta menarik study komparatif

Jaminan Allah ta’ala terhadap orang-orang yang menjaga budi pekerti secara utuh di sertai keimanan bukan hanya berupa kejayaan dan kemenangan seperti pada ayat-ayat di atas, melainkan masih ada hadiah dan lebih dari sekedar jaminan yaitu janji-janji khusus untuk hamba-hambanya sebagai bukti kasih sayang Allah ta’ala, janji-janji ini telah di bingkai secara khusus didalam surat :

I. An Nuur ayat 55 juz 18 :

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."

Beberapa janji Allah ta’ala sangat jelas, di antaranya :

  1. Menjadi Pemegang kepentingan. (Stakeholders)
  2. Dikuatkan agamanya (Strong in faith)
  3. Kenyamanan hidup (Comfortable in life)

Untuk mendapatkan tiga point di atas ternyata tidak terlalu sulit, hanya butuh usaha lebih, Bahkan Allah ta’ala hanya memberikan satu syarat saja setelah iman dan amal soleh yaitu :

a. Menyembah Allah ta’ala tanpa menyekutukannya dengan hal apapun.

II. An Nakhl ayat 97 juz 14 :

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.’’

Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki atau perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman. Paling tidak ada dua point penting yang bisa kita ambil dalam ayat di atas, diantaranya :

  1. Ganjaran di dunia : Berupa kehidupan yang layak
  2. Ganjaran di akhirat : Kompensasi dari Allah ta’ala berupa pahala berlipat

Pelajaran berharga yang bisa didapat, diantaranya :

  1. Diskursus para elit acap kali menjadi faktor mendasar kehancuran suatu negri.
  2. Kecerobahan intelektual, kemiskinan, perpecahan adalah tanda awal dari runtuhnya suatu kejayaan.
  3. Keimanan disertai amal soleh akumulasi dari kebahagian dunia dan akhirat.
  4. Islam yang murni mesti berlandaskan pada dasar Ilmu Pengetahuan yang valid, dan Ilmu Pengetahuan yang sejati selalu mengantarkan kepada kebenaran Islam yang universal.
  5. Sejatinya cahaya kebenaran tidak dapat dibendung oleh kekuatan apapun, karena Allah ta’ala yang senantiasa menyempurnakannya.
  6. Manuver para ambisius yang bersifat tidak sehat, menghalalkan segala cara, memaksakan persepsi, cenderung berapriori terhadap lawan politiknya dapat mematikan hati nurani dan akal sehat.
  7. Kejayaan dan kemunduran suatu kaum terjadi atas izin Allah ta’ala.
  8. Seyogyanya seorang muslim sejati tidak pernah bosan dalam mencari kebenaran, apalagi dalam menyiarkannya. Karena ruang, jarak, dan dinding waktu bisa ditembus dengan kesungguhan niat yang semata-mata karena Allah ta’ala seperti masuknya cahaya kebenaran ke daratan Andalusia melalui para pejuang Islam terdahulu.
  9. Niat adalah hal terpenting dalam melakukan suatu aksi, karena dari situlah berawal segala sesuatunya.
  10. Kasih sayang Allah ta’ala terhadap orang-orang yang beriman dan beramal soleh begitu besar.
  11. Persatuan adalah hal terpenting dalam suatu Negara.
  12. Sifat fanatik yang berlebihan dan tidak mendasar adalah hal yang terbantahkan, karena akan menimbulkan perbedaan yang tidak normal.
  13. Hal tersulit daripada memperoleh kemenangan adalah mempertahankannya.
  14. Keteladan para pejuang Islam terdahulu bisa menjadi teladan dalam menghadapi segala tantangan di era globalisasi dan motivator terbaik bagi umat Islam.
  15. Sejatinya hidup adalah perjuangan tanpa henti. Karena dengan itulah hidup akan terasa lebih bermakna.
  16. Konsisten adalah karakter dari orang-orang yang berjiwa besar.
  17. Tiada keberhasilan yang berarti kecuali didapat setelah bersusah payah.
  18. Allah ta’ala sedikitpun tidak akan menyia-nyiakan amal baik kita walaupun baru tersimpan di dalam hati dan terlintas di pikiran seorang muslim/muslimah.
  19. Sebagai penutup catatan ringan ini, segala sesuatunya Allah ta’ala ciptakan dengan keseimbangan :
    1. Suatu kejayaan atau kemenangan terjadi seiring dengan kesabaran dan kesungguhan.
    2. Sebuah jalan keluar terjadi seiring dengan cobaan, rintangan, gesekan, halangan, dan benda-benda mati lainnya.
    3. Kemudahan terjadi seiring dengan kesulitan.

Referensi : Al Qur’an Al Kariem, Siroh nabawiyah, Data kolektif via Online (Tarikh El Andalus), Diktat Univ-Azhar Kairo (Milal Wa Nihal-Tarikh Bani Israil), dan Analisa Personal.

(Catatan ringan ini di dedikasikan untuk seluruh umat Islam dan para pengagum akan sejarah Islam di Andalusia)



(Di sekitar Masjid Sunnah yang terletak di Rabat ibu kota Maroko, menara tinggi yang berada di samping masjid menjadi ciri khas tempat-tempat ibadah di negri ini yang senantiasa di warnai nuansa khas Andalusia)

* Alumni Univ Azhar Kairo 2008, program Master di Univ Sidi Mohammed bin abdellah Fes-Maroko (Studi Islam), kontributor ISCO (Islamic Studies Center Online), serta salah satu dari sekian banyak pecinta dan pengagum warisan Islam Andalusia.

Mail, fb, skype : [email protected]

Silaturrahim Terbaru