Assad Ultimatum Pejuang Revolusi Untuk Letakan Senjata Dalam 1 Tahun Ke Depan

Syria's President Bashar al-Assad speaks during an interview with Spanish newspaper El Pais in Damascus, in this handout picture provided by SANA on February 20, 2016. Picture taken February 20, 2016. REUTERS/SANA/Handout via Reuters ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. REUTERS IS UNABLE TO INDEPENDENTLY VERIFY THE AUTHENTICITY, CONTENT, LOCATION OR DATE OF THIS IMAGE. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS. THIS PICTURE IS DISTRIBUTED EXACTLY AS RECEIVED BY REUTERS, AS A SERVICE TO CLIENTS TPX IMAGES OF THE DAY

Eramuslim – Presiden Syiah Suriah, Bashar al-Assad, berjanji akan memberikan pengampunan penuh dan menjamin keamanan serta keselamatan pejuang revolusi yang menyerahkan diri dan senjata mereka kepada pasukan pemerintah.

Pernyataan ini dikatakan Presiden Syiah Assad dalam sebuah wawancara dengan saluran televisi Jerman pada hari Selasa (01/03) kemarin, menanggapi masa gencatan senjata menyeluruh di Suriah yang dimulai pada 27 Februari kemarin.

“Saya melihat secercah harapan untuk mengakhiri konflik Suriah, setelah dimulainya masa gencatan senjata yang dimotori oleh Rusia dan PBB,” ujar Assad dalam pernyataannya.

Syiah Assad melanjutkan, “Sampai saat ini saya masih memberikan kesempatan bagi pejuang revolusi untuk menukar senjata mereka dan kembali ke kehidupan sipil, dengan amnesti menyeluruh bagi mereka yang menyerah.”

Assad berjanji bahwa dirinya dan pasukannya akan menahan diri untuk menghormati masa gencatan senjata yang di motori oleh 2 negara bedar dan PBB, untuk memastikan keberhasilan dimulainya kembali upaya pembicaraan damai konflik di Suriah.

Sementara itu di sisi lain, organisasi pemantau HAM Suriah melaporkan bahwa Rusia dan tentara rezim Syiah Assad sedikitnya telah melakukan 26 kali penyerangan sejak diberlakukannya masa gencatan senjata pada akhir bulan Februari kemarin. (Skynewsarabia/Ram)