11 Fakta Heboh Dalam Buku Baru Tentang Trump

‘Angkatlah topik tentang visa H-1B. Mereka benar-benar memerlukan visa H-1B,’ usul Murdoch kepada Trump. Visa H-1B membuka pintu Amerika bagi imigran-imigran tertentu. Kebijakan ini merupakan pendekatan liberal yang bertentangan dengan janjinya untuk membangun tembok dan menutup perbatasan. Trump kemudian berkata kepada Murdoch, ‘Nanti kita pikirkan’. Murdoch menutup telepon dan berkata sambil mengangkat bahu, ‘Idiot benar orang ini’.”

Anthony Zurcher: Jelas ada ketidakterkaitan antara retorika anti-imigrasi yang dilancarkan Trump dengan aksinya sebagai pebisnis mengingat perusahaan-perusahaannya kerap mengandalkan tenaga kerja imigran. (Rupert Murdoch ‘called Donald Trump a f****** idiot’, claims new book – independent)

11. Mike Flynn paham keterkaitan dengan Rusia bakal ‘bermasalah’

Mantan penasihat keamanan nasional AS, Mike Flynn, paham bahwa menerima uang dari Moskow sebagai pembicara bakal bermasalah, menurut buku Michael Wolff.

Wolff menulis bahwa sebelum pemilihan presiden, Flynn “diberitahu sejumlah rekannya bahwa bukanlah ide bagus menerima US$45.000 dari Rusia sebagai pembicara.

‘Ya, hanya akan menjadi masalah jika kita menang (pilpres),‘ kata Flynn kepada teman-temannya.

Kini Flynn diselidiki oleh komite khusus Departemen Kehakiman atas perannya dalam perundingan dengan Rusia sebelum Trump sah terpilih sebagai presiden.

Anthony Zurcher: Seperti Paul Manafort, Flynn adalah anggota lingkaran dalam pada tim kampanye Trump yang bakal bermasalah jika berurusan dengan penyelidikan hukum. Jika Trump kalah, urusan mereka mungkin tidak bermasalah. Namun, seperti film The Producers, kesuksesan justru menjadi kejatuhan mereka. (Flynn’s talks with Russian ambassador point to larger problem – CNN)

(IndoCropCircles.com / BBC)

——————

Narasumber:

  • Michael Wolff

Michael Wolff (lahir 27 Agustus 1953) adalah seorang penulis, jurnalis Amerika, dan kolumnis reguler dan kontributor USA Today, The Hollywood Reporter, dan GQ edisi Inggris.

Dia lulusan Columbia College of Columbia University di New York City. Sementara sebagai murid di Columbia, dia awal bekerja untuk The New York Times.

Dia menerbitkan artikel majalah pertamanya di New York Times Magazine pada tahun 1974. Tak lama kemudian dia meninggalkan Times dan menjadi penulis yang berkontribusi pada New Times, majalah berita dua mingguan.

  • Steve Bannon

Bannon merupakan mantan kepala strategi Gedung Putih. Stephen Kevin “Steve” Bannon (lahir 27 November 1953) adalah aktivis politik dan pebisnis Amerika Serikat yang saat ini menjabat sebagai Asisten Presiden dan Kepala Strategi di pemerintahan Donald Trump.

Sejak 28 Januari 2017, ia menjadi anggota tetap Komite Utama Dewan Keamanan Nasional. Sebelum menjabat di Gedung Putih, Bannon merupakan CEO kampanye presiden Trump 2016.

Sebelum terjun ke politik, Bannon menjabat sebagai direktur eksekutif Breitbart News, situs berita, opini dan komentar, sayap kanan jauh yang dijuluki sebagai “tampungan aspirasi sayap kanan alternatif”.

  • Anthony Zurcher

Anthony Zurcher adalah seorang jurnalis dan juga reporter senior yang kini bekerja di BBC North America.

Pustaka:

Source link: indocropcircles.wordpress.com