free hit counters
 

Bidadari: Kecantikan, Sifat, dan Mahar untuk Meminangnya

Redaksi – Sabtu, 7 Zulhijjah 1440 H / 10 Agustus 2019 08:25 WIB

Dari Apa Diciptakan

Jika demikian cantik dan mempesona, dari apakah bidadari diciptakan? Bukankah ia berbeda dengan manusia yang diciptakan dari tanah. Ia juga berbeda dengan jin yang diciptakan dari api. Juga bukan malaikat yang diciptakan dari cahaya. Lantas diciptakan dari apa?

Al Quran menyatakan bahwa bidadari itu diciptakan Allah secara langsung. Dengan “kun”-Nya Allah, lantas fayakun, jadilah mereka.

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً . فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا . عُرُبًا أَتْرَابًا

“Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.” (QS. Al Waqiah: 35-37)

Mereka tidak dilahirkan, juga tidak diperbanyak melalui kehamilan dan keturunan. Mereka makhluk yang unik dan istimewa, yang tercipta secara suci dan tetap dalam kondisi suci selamanya.

Jika demikian, dari apa bidadari diciptakan? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَلَقَ اللَّهُ الْحُورَ الْعِينَ مِنَ الزَّعْفَرَانِ

“Allah menciptakan para bidadari dari za’faran” (HR. Thabrani)

Lebih detil, Imam Al Qurthubi mengetengahkan atsar panjang tentang penciptaan bidadari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:



“Allah menciptakan bidadari, jari-jari kaki hingga kedua lututnya dari za’faran, dari kedua lutut hingga buah dadanya dari kesturi yang semerbak, bagian itu ke atas hingga leher dari ambar kelabu dan leher hingga kepalanya dari wewangian putih. Bidadari itu mengenakan 70.000 macam pakaian bagaikan bunga Syaqaiq nu’man.

Apabila ia menghadapkan muka, wajahnya bersinar dengan cahaya berkilauan bagaikana matahari bersinar kepada penghuni dunia. Apabila menghadap lagi, hatinya tampak karena pakaian dan kulitnya yang tipis. Dan di atas kepalanya ada 70.000 jalinan rambut, terbuat dari kesturi yang semerbak.”

arti bidadari
Kaligrafi bidadari (hurun ‘in)

Mahar untuk Meminang Bidadari

Bidadari adalah salah satu kenikmatan surga. Siapapun yang masuk surga, maka ia akan mendapatkannya. Maka untuk bisa meminangnya, seseorang harus masuk surga.

Syaikh Mushtafa Murad dalam bukunya Nisaa’ Ahlu Al Jannah merinci, ada delapan amalan yang mempermudah seseorang meminang mendapatkan bidadari. Berikut ini rangkumannya:

← Halaman sebelumnya Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2 3 4 5

loading...

Tahukah Anda Terbaru