Kesan Raja Romawi Setelah Menerima Surat dari Nabi Muhammad

Raja Romawi: “Apakah salah seorang di antara kalian ada yang pernah mengaku sebagai nabi sebelumnya?”

Abu Sufyan: “Tidak”

Raja Romawi: “Apakah ada di antara kakek-kakeknya yang menjadi raja?”

Abu Sufyan: “Tidak”

Raja Romawi: “Ia diikuti pemuka-pemuka masyarakat atau orang-orang lemah?”

Abu Sufyan: “Diikuti orang lemah”

Raja Romawi: “Mereka semakin bertambah atau berkurang?”

Abu Sufyan: “Semakin bertambah”

Raja Romawi: “Apakah ada seorang di antara mereka yang murtad karena benci kepada agamanya setelah ia memeluknya?”

Abu Sufyan: “Tidak”

Raja Romawi: “Pernahkan kalian menyangkanya berbohong sebelum dia mengaku Nabi?”

Abu Sufyan: “Belum”

Raja Romawi: “Pernahkah dia berkhianat?”

Abu Sufyan: “Belum pernah walau sekalipun, setidaknya untuk saat ini, kami tidak tahu apa yang ia perbuat.”

Raja Romawi: “Tidak bisa aku memeriksanya lebih jauh lagi kecuali dengan pertanyaan itu tadi. Apakah kalian memeranginya?”

Abu Sufyan: “Ya”

Raja Romawi: “Bagaimana peperangan antara kalian dengannya?”

Abu Sufyan: “Peperangan antara kami seimbang, kadang dia yang menang, kadang kami juga yang menang.”

Raja Romawi: “Apa yang dia perintahkan kepada kalian?

Abu Sufyan: “Sembahlah Allah semata, janganlah kalian mempersekutukanNya dengan sesuatu pun, tinggalkan apa yang dikatakan oleh leluhur kalian. Ia memerintah kami melakukan shalat, berkata jujur, menjaga kehormatan, dan menyambung silaturahim.”