free hit counters
 

Penyebab Lahirnya Generasi Dungu: Nyamuk “Culex”

Redaksi – Senin, 11 Zulqa'dah 1440 H / 15 Juli 2019 08:00 WIB

Eramuslim.com – Penyakit yang disebarkan oleh gigitan melalui nyamuk bukan hal baru. Namun yang satu ini dapat menyebabkan kerusakan otak. Jadi waspadalah! Virus ini dinamakan Japanese encephalitis (JE) adalah infeksi otak yang disebabkan oleh virus Japanese encephalitis virus (JEV).

Walau sebagian besar infeksi menghasilkan gejala yang sedikit atau malah tidak ada, namun sesekali terjadi peradangan otak.

Japanese encephalitis virus (JEV)

Dalam kasus ini, gejala mungkin termasuk sakit kepala, muntah, demam, kebingungan, dan kejang-kejang. Hal ini terjadi sekitar 5 hingga 15 hari setelah infeksi.

Penyakit ini sebagian besar terjadi di luar perkotaan. JEV umumnya disebarkan oleh nyamuk genus Culex yaitu Culex tritaeniorhynchus.

Babi dan burung liar juga berfungsi sebagai reservoir untuk virus. Diagnosis didasarkan pada tes cairan darah atau serebrospinal (cerebrospinal fluid testing).

Pencegahan umumnya dengan vaksin encephalitis Jepang (Japanese encephalitis vaccine), yang aman dan efektif. Langkah-langkah lain termasuk menghindari gigitan nyamuk.

Nyamuk Culex Pipiens betina.

Setelah terinfeksi tidak ada perawatan khusus, jadi hanya perawatan yang mendukung saja dan hal ini umumnya dilakukan di rumah sakit. Masalah permanen terjadi hingga setengah dari orang yang sembuh dari JE.

Penyakit ini terjadi di Asia Tenggara termasuk Indonesia dan Pasifik Barat. Di zona itu ada sekitar 3 miliar orang tinggal di daerah di mana penyakit itu sangat mungkin terjadi.

Dari sekitar 68.000 kasus bergejala penyakit ini yang terjadi salam setahun, sekitar 17.000 mengalami kematian. Seringkali kasus terjadi saat terjadi wabah. Penyakit ini pertama kali diketahui pada 1871.



Tahun hidup disabilitas disesuaikan untuk Japanese ensefalitis per 100.000 penduduk pada tahun 2002 (sumber WHO)

Tanda dan gejala Japanese Encephalitis Virus (JEV)

The Japanese encephalitis virus (JEV) memiliki masa inkubasi 2 hingga 26 hari. Sebagian besar infeksi tidak bergejala: hanya 1 dari 250 infeksi yang berkembang menjadi encephalitis.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Tahukah Anda Terbaru

blog comments powered by Disqus