eramuslim

BI Setuju Asumsi Kurs Rupiah 2026: Rp16.500–16.900 per Dolar AS, Amankah?

Menteri Keuangan Sri Mulyani bersama Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat konferensi pers usai rapat tertutup membahas program 3 juta rumah di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Rabu (19/2/2025) malam. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)

Eramuslim.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bahwa pihaknya siap menerima asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di rentang Rp16.500 hingga Rp16.900 yang telah ditetapkan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) 2026.

Asumsi ini disepakati dalam rapat Komisi XI DPR bersama pemerintah, dan menjadi dasar penyusunan RAPBN 2026. Menurut Perry, proyeksi kurs tersebut masih berada dalam kisaran yang diprediksi BI, yakni antara Rp16.100 sampai Rp16.500 per dolar AS.

“Kesepakatan itu masih dalam kisaran kami. Jadi bisa kami terima,” ujar Perry saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Kementerian Keuangan, Bappenas, dan OJK pada Senin, 7 Juli 2025.

Ketua Komisi XI DPR, Misbakhun, menjelaskan bahwa asumsi kurs ini diputuskan dalam rapat internal Komisi XI dan telah diselaraskan dengan angka yang diajukan pemerintah melalui KEMPPKF.

“Kita memang tidak pakai panja khusus untuk kurs, tapi dalam rapat internal Komisi XI kita sepakat dengan nilai kurs yang ada di KEMPPKF,” ujar Misbakhun.

Dengan kurs yang relatif stabil dan sesuai ekspektasi BI, diharapkan RAPBN 2026 bisa disusun lebih presisi dan adaptif terhadap dinamika ekonomi global, sekaligus tetap menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.

Sumber: CNBC Indonesia