eramuslim

Bin Salman; Asalkan Sopan dan Layak, Wanita Saudi Tidak Wajib Pakai Abaya

Eramuslim – Putra mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman menyatakan wanita di Arab Saudi tidak perlu memakai penutup kepala atau jubah hitam (abaya), selama pakaian yang dikenakan layak dan sopan.

Pernyataan ini dilontarkan Bin Salman dalam wawancara pertamanya dengan media Amerika Serikat (AS), stasiun televisi CBS yang dipandu presenter kondang Norah O'Donnell pada Minggu (18/3) malam.

Dalam wawancara tersebut Sang Pangeran Bin Mohammed berani berbicara tegas mengenai pakaian wanita di Saudi. “Abaya hitam tidak wajib untuk wanita di Saudi,” kata Mohammed, seperti dikutip Alarabiya, Senin (19/3).

“Hukumnya sudah sangat jelas dan termuat di syariat Islam bahwa perempuan harus memakai pakaian yang layak dan penuh penghormatan, seperti halnya pria,” ujar Bin Salman melanjutkan dalam wawancara yang berlangsung selama 60 menit.

Menurutnya, hukum syariat tidak secara spesifik menyatakan abaya hitam atau penutup kepala berwarna hitam. Keputusan itu sepenuhnya ada di tangan kaum perempuan untuk menentukan seperti apa kelayakan dan kehormatan pakaian yang dipilihnya.

Masih belum jelas apakah pernyataan tersebut menandakan adanya perubahan dalam penegakan kode berpakaian perempuan di kerajaan tersebut. Arab Saudi sendiri memiliki kode hukum tertulis yang membentuk hukum syariah, dan polisi serta pengadilan telah lama menerapkan sebuah peraturan ketat tentang berpakaian yang mengharuskan wanita Saudi memakai abaya.

Dengan naiknya Pangeran Mohammad bin Salman sebagai Putera Mahkota, kerajaan Arab Saudi telah menampilkan perluasan pada hak perempuan. Termasuk keputusan untuk mengizinkan wanita menghadiri acara olahraga umum dan hak untuk mengendarai mobil mulai musim panas ini.

Perubahan tersebut telah dipuji sebagai bukti kecenderungan progresif baru terhadap modernisasi di kerajaan Muslim yang sangat konservatif. Meskipun begitu, Arab masih terus dikritik karena kendala yang terus berlanjut pada perempuan. (okz/ ram)