eramuslim

BioNTech Telan CureVac: Perang Vaksin Berakhir, Aliansi Baru Muncul

Eramuslim.com - Perusahaan pembuat vaksin Covid-19 asal Jerman, BioNTech, resmi menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi CureVac, mantan pesaingnya dalam pengembangan vaksin, dengan nilai sekitar $1,25 miliar (sekitar €1,08 miliar), demikian diumumkan kedua perusahaan pada Kamis.

Kedua perusahaan bioteknologi ini sama-sama mengembangkan teknologi vaksin mRNA dan sebelumnya bersaing ketat dalam perlombaan menciptakan vaksin Covid-19 pada puncak pandemi.

BioNTech menggandeng raksasa farmasi AS, Pfizer, dan hingga kini masih mendominasi pasar melalui vaksin Covid-19 versi terbaru. Sementara itu, CureVac yang sempat menarik perhatian setelah Presiden AS saat itu, Donald Trump, mencoba membeli perusahaan tersebut, gagal mendapatkan persetujuan atas kandidat vaksinnya. Tahun lalu, CureVac akhirnya menjual hak atas program vaksin Covid-19, flu musiman, dan flu burung miliknya.

Kendati demikian, kedua perusahaan asal Jerman ini tetap melanjutkan pengembangan teknologi mRNA untuk vaksin kanker, yang disebut-sebut sebagai masa depan pengobatan onkologi.

“Kami berniat menggabungkan kapabilitas yang saling melengkapi dan memanfaatkan teknologi kami guna mempercepat pengembangan pengobatan kanker yang inovatif dan transformatif,” ujar CEO BioNTech, Uğur Şahin.

Sebagai bagian dari akuisisi ini, pemegang saham CureVac akan menerima saham BioNTech senilai sekitar $5,46 per saham CureVac. Setelah transaksi rampung, para pemegang saham CureVac akan memiliki sekitar 4–6 persen saham di BioNTech. CureVac akan sepenuhnya dilebur ke dalam BioNTech dan merek CureVac akan dihapus.

Pemerintah Jerman sendiri sebelumnya menginvestasikan €300 juta ke CureVac selama pandemi dan sempat memiliki 23 persen saham perusahaan tersebut. Meskipun telah menjual sebagian saham dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Jerman masih menjadi salah satu pemegang saham dan wajib memberikan persetujuan terhadap kesepakatan ini.

Berita akuisisi ini muncul di tengah rencana Uni Eropa untuk memperkuat bioekonomi kawasan melalui Biotech Actyang akan datang. Regulasi ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan perusahaan biotek kecil dan menyederhanakan proses regulasi untuk terapi-terapi inovatif.

Sumber: Politico.eu