Blunder, Prabowo Kasih Bantuan ke Fiji, Si Pendukung Zionis-Israel
[caption id="attachment_416436" align="alignnone" width="750"]
PM Fiji Sitiveni Rabuka bertemu dengan Menlu Zionis-Israel di Jerman.(The Times of Israel)[/caption]
Eramuslim - Presiden Prabowo Subianto memberi dana bantuan ke Fiji sebesar 6 juta dolar AS atau sekitar Rp 101,2 miliar pada kurs saat ini kepada Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka, Kamis (24/4), di Jakarta.
Dana hibah yang diberikan ini sebagai bentuk konkret terhadap dukungan pengembangan sektor pertanian untuk negara Fiji.
Penyerahan hibah ini diumumkan dalam pernyataan pers bersama Perdana Menteri Fiji, Sitiveni Rabuka, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 24 April 2025.
Fiji tentu saja senang dengan hibah itu. “Kami sangat menghargai hibah USD 6 juta yang cukup besar bagi Fiji sebagai hibah. Kami tidak perlu terbebani pikiran adanya utang,” ucap Rabuka.
Namun hal ini ternyata blunder karena Fiji merupakan salah satu dari enam negara-negara Pasifik Selatan yang mendukung penjajahan Zionis-Israel atas bangsa Palestina.
Dalam pemungutan suara Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 27 Oktober 2023, yang menuntut gencatan senjata di Gaza, hanya 12 negara yang bergabung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang memberikan suara menentang resolusi tersebut.
Enam dari suara “tidak” alias membebek kepada Zionis-Israel tersebut berasal dari Pasifik Selatan, yaitu: Fiji, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Papua Nugini, dan Tonga. Palau abstain.
Angka tersebut mencerminkan dampak besar yang dapat ditimbulkan oleh negara-negara berpenduduk sedikit di Majelis Umum PBB.
Dalam pemberitaan The Times of Israel, dikatakan "Fiji akan Membuka Kedutaan Besar di Yerusalem, Tujuh Negara Lain akan Mengikuti" (19/2).
Di situ disebutkan jika Perdana Menteri Fiji, Sitinevi Rabuka, telah bertemu Menter Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar di Munich, Jerman (15/2).
Kebijakan Rabuka ini juga ditentang oleh mantan Perdana Menteri Fiji, Frank Bainimarama, yang mengatakan intervensi negaranya di Mahkamah Internasional mengenai masalah Israel-Gaza dengan mendukung Israel merupakan pengkhianatan terhadap nilai-nilai warisan Fiji sebagai penjaga perdamaian dunia.[jk]