CAIR Ingatkan Muslim AS Hati-Hati pada Hari Pelantikan Biden
Eramuslim.com - Dewan Hubungan Amerika-Islam/Council on American-Islamic Relations (CAIR) memperingatkan Muslim Amerika Serikat (AS) untuk menghindari gedung DPR negara bagian dan sekitarnya menjelang hari pelantikan presiden terpilih Joe Biden. CAIR juga mendesak masjid dan pusat komunitas melindungi diri mereka dari ancaman kekerasan supremasi kulit putih sayap kanan, menyusul penyerbuan baru-baru ini di Capitol AS.
Direktur Urusan Pemerintah CAIR Robert McCaw mengatakan, sangat prihatin pemberontak sayap kanan yang tidak dapat melampiaskan keluhan politik mereka di gedung DPR atau negara bagian, akan menargetkan pusat komunitas minoritas dan rumah ibadah sebagai alternatif atas kemarahan mereka.
“CAIR memperingatkan komunitas Muslim mempersiapkan diri menghadapi kenyataan ini. Kami ingin memastikan semua orang aman," ujarnya dilansir dari 5 Pillars UK, Rabu (19/1).
Penegak hukum dan pejabat negara bersiaga tinggi untuk menghadapi protes yang berpotensi menimbulkan kekerasan menjelang Hari Pelantikan. Pejabat telah menutup sementara beberapa gedung DPR negara bagian dan yang lainnya menjelang upacara pelantikan pada Rabu.
FBI mengatakan, telah menerima peringatan informasi tentang protes bersenjata di 50 gedung DPR negara bagian dan Capitol AS di Washington, DC, sebelum pelantikan Presiden terpilih Joe Biden.
Ekstremis dalam negeri menjadi ancaman yang paling mungkin saat pelantikan, terutama mereka yang percaya pemerintahan terpilih tidak sah, menurut buletin bersama dari Departemen Keamanan Dalam Negeri, FBI dan delapan badan lainnya.
Presiden Donald Trump yang akan lengser telah berulang kali mengutuk pemilihan pada November 2020. Menurut Trump, pemilihan penuh penipuan dan para pendukungnya menganggap Joe Biden telah mencuri suara, meskipun klaim tersebut dianggap tidak berdasar.
"CAIR memperingatkan, setiap Muslim yang membuat pilihan mendukung protes agar berhati-hati dan tetap menjaga keamanan saat mereka menghadapi supremasi kulit putih, tetapi petugas penegak hukum berharap agar pengunjuk rasa damai, baik kulit hitam atau Muslim alih-alih ekstremis," kata McCaw.
Cabang CAIR di Minnesota mengatakan, peringatan itu meluas ke komunitas kulit hitam dan minoritas lainnya. Untuk Muslim, terutama Muslim Kulit Hitam, apa yang terjadi pada 6 Januari menunjukkan perbedaan yang jelas dalam perlakuan bagaimana penegakan hukum memperlakukan perusuh kulit putih.
"Kami hanya ingin memperingatkan orang kulit hitam yang menghadiri protes balasan, mengingat polisi tidak akan bertindak dengan cara yang sama kepada Anda, seperti mereka bertindak terhadap orang kulit putih yang menyerbu gedung DPR," kata Direktur Eksekutif CAIR Minnesota, Jaylani Hussein.(rol)