eramuslim

Cara Allah Menghancurkan Yahudi Penjajah Palestina (Bagian 1)

Ust. Fathuddin Ja'far

Presiden AS yang baru, Donald Trump beberapa hari lalu sesumbar akan mengambil alih Gaza dan jika Hamas tidak melepaskan tawanan Topan Al-Aqsha, Gaza akan ia buat jadi neraka.

Sayang sekali, sesumbar tersebut agak terlambat karena diucapkan Donald Trump setelah Netanyahu dengan segala kekuatan militernya yang didukung full militer AS, Inggris, Perancis dan Jerman gagal total menduduki Gaza yang luas areanya hanya 365km persegi selama 15 bulan pertempuran sengit tanpa henti siang dan malam.

Pasukan militer Yahudi, khususnya udara, selama 15 bulan perang hanya berhasil menghancurkan sekitar 80% bangunan dan infrastruktur kota Gaza, membunuh 60 ribu masyarakat sipil Gaza dan melukai sekitar 100 ribu dari mereka; 70% adalah wanita dan anak-anak.

Target-target utama Negara Yahudi itu memerangi Gaza selama 15 bulan belakangan dapat dikatakan nol besar.

Sebaliknya, kerugian negara penjajah Yahudi itu sangatlah besar dalam semua sektor; militer, ekonomi, politik, media dan seterusnya yang belum pernah dialami sejak negara penjajah *Israel* dideklarasikan 1948.

Ada tiga indikator kuat bahwa Netanyahu dan kekuatan militernya gagal total selama 15 bulan perang habis-habisan, bahkan sampai kehabisan nafas. Jika tidak dibantu dan didukung penuh AS, Inggris, Prancis dan Jerman, dapat dipastikan  negara penjajah Palestina yang diberi nama *Israel* itu sudah gulung tikar dan menjadi sejarah masa lalu.

*Pertama,* target utama Netanyahu menghancurkan Hamas dan gerakan perlawanan lainnya gagal total, malah mereka semakin kuat, khususnya Hamas dan Jihad Islami.

Lihat saja saat mereka membebaskan sebagian tawanan Yahudi dan menyerahkan mereka ke Palang Merah Internasional selama beberapa kali dalam beberapa pekan terakhir.

Mujahidin Hamas khususnya, bermunculan bagaikan semut keluar dari sarangnya dengan gagah perkasa yang menggentarkan hati setiap musuh mereka. Dukungan masyarakat Gaza pada mereka terlihat semakin kuat, seakan Hamas adalah penduduk Gaza dan penduduk Gaza adalah Hamas.

Ajaibnya, Sabtu 15 Februari lalu saat membebaskan tiga tawanan Yahudi, ada beberapa dari Mujahidin Hamas memakai atribut militer, senjata dan bahkan mobil rampasan perang (ghanimah) dari Israel.

Mereka benar-benar siap untuk berperang lagi jika Netanyahu ingkar dalam perjanjian damai sementara yang ditandatangani kedua belah pihak. Bahkan tampak jelas para Mujahidin show force sehingga dapat membuat Netanyahu, Donald Trump dan pengikut mereka kejang-kejang.

*Kedua,* target mengusir sekitar 2 juta penduduk Gaza ke Mesir atau Jordania juga gagal total, bahkan dengan perjanjian damai sementara sekarang ini, Hamas berhasil mendikte Netanyahu dan pemerintahannya, di antara syarat perdamaian sementara ialah penduduk Gaza harus kembali ke rumah dan tempat tinggal mereka semula, kendati sebagian besarnya sudah tinggal puing.

Hasil pendiktean Hamas atas Israel tersebut, terjadilah gelombang pulang kampung penduduk Gaza setelah 15 bulan tinggal di tempat-tempat pengungsian di beberapa wilayah pinggiran Gaza, seperti Rafah dan Jabalia.

Gelombang penduduk Gaza pulang kampung tersebut dapat membuat hati Netanyahu dan semu aparat dan penduduknya semakin sakit dan murka, karena tidak sesuai target utama yang ingin mereka capai.

*Ketiga,* bukti lain Hamas menang dan pihak penjajah Yahudi kalah telak ialah tidak ada satupun dari 250 tawanan Topan Al-Aqsha yang dapat dibebaskan pasukan Yahudi dengan paksa. Semua yang dibebaskan sampai hari ini melalui proses perjanjian perdamaian antara Hamas dengan pemerintahan penjajah Yahudi yang dipimpin Netanyahu.

*Bersambung*