eramuslim

Cara Allah Menghancurkan Yahudi Penjajah Palestina (Bagian 2)

Ust. Fathuddin Ja'far

Kalau kita lihat secara kasat mata dan berfikir sederhana, kehancuran Yahudi yang menjajah Palestina sejak 1948, seakan mustahil.

Betapa tidak? Semua negara Barat, khususnya Amerika, Inggris, Prancis, Jerman dan lainnya ikut terlibat aktif mendirikan negara *haram Israel*  dan terus menerus mendukung penjajahan tersebut sampai detik ini dengan segala kekuatan yang mereka miliki.

Riwayat keinginan Yahudi menjajah Palestina berawal dari gerakkan kelompok Zionis yang dipimpin pertama kali oleh Hertzel saat Konferensi di Basel 1897.

Kemudian berlanjut dengan perjanjian *Sykes-Picot* 1916, antara Inggris dan Prancis yang didukung Kerajaan Tstar Kristen Ortodoks Rusia (setahun sebelum dilumat Revolusi Komunis Bolshevik ciptaan Yahudi 1917).

Tujuan perjanjian Sykes-Picot adalah untuk memecah belah dan membagi-bagi negeri Islam Arab dan Afrika yang sebelumnya bersatu dan menyatu, termasuk negeri Syam (Palestina, Suriah, Lebanon dan Jordania) yang saat itu masih di bawah pemerintahan Khilafah Utsmaniyah.

Tahun 1917 keluar deklarasi Balfour,  Menlu Inggris terkait persetujuan mendirikan *Negara Kebangsaan Yahudi di Palestina*.

Setahun kemudian, 1918 Inggris mencaplok wilayah Palestina, termasuk Gaza. Prancis mencaplok Suriah dan Lebanon.

Sejak itulah orang-orang Yahudi yang tersebar di berbagai negara AS dan Eropa mulai dimobilisasi imigrasi ke Palestina dengan berbagai cara ilegal dan alasan, di antaranya minta suaka/perlindungan karena lari dari kejaran Nazi Jerman.

Tahun 1947, ujug-ujug PBB mengeluarkan Resolusi 181. Sudah pasti atas permintaan Zionis, AS Inggris dan Prancis.

Isinya, membagi tanah Palestina antara Yahudi penjajah dengan penduduk asli Palestina yang sudah tinggal di atasnya ribuan tahun sebelumnya.

Penduduk asli mendapat seluas 11.592 kilometer persegi, atau 42,88% dari wilayah Palestina. Sedangkan Yahudi *pendatang/imigran* mendapat wilayah seluas 15.264 kilometer persegi, atau 56,47%.

Resolusi 181 ini jelas-jelas zalim dan melegalkan Yahudi sebagai pemilik tanah Palestina, kendati mereka kelompok imigran.

Dengan bantuan besar-besaran Inggris dan negara Eropa lainnya, tahun 1947, jumlah imigran Yahudi/pendatang sudah mecapai 33% populasi dan memiliki 7% lahan di Palestina yang dibeli melalui broker-broker pengkhianat lokal.  Anehnya, isi resolusi PBB 108 tersebut menetapkan 56% wilayah Palestina menjadi milik Yahudi.

Sementara warga Palestina asli yang saat itu masih mencapai 67% populasi dan pemilik sah sedikitnya 80% tanah di Palestina mendapat wilayah lebih sedikit, yakni 43% saja. Sisanya sekitar 1 % atau 176 kilometer persegi meliputi Baitul Maqdis (Al-Quds) dan daerah sekitarnya ditetapkan menjadi zona internasional di bawah kendali PPB.

14 Mei 1948, negara Israel  dideklarasikan oleh David Ben-Gurion, kepala Badan Yahudi untuk Palestina saat itu. Tak heran beberapa jam saja setelah itu AS dan negara-negara Eropa gegap gempita mengakuinya. Sebaliknya, sampai saat ini, negara Palestina yang dijanjikan PBB sejak resolusi 1947, tak kunjung didukung untuk berdiri, apalagi diakui, bahkan selalu dijegal.

Ratusan resolusi PBB sampai saat terkait kejahatan *Israel* dan pelanggaran hak-hak masyarakat Palestina, seperti pembunuhan, penangkapan, pengusiran, penyiksaan, perampokan tanah, kebun, rumah dan seterusnya, tak satupun didengar Yahudi.

Penduduk Palestina melawan penjajah yng didukung hampir seluruh kekuatan Kristen AS dan Eropa.

Di era penjajahan Inggris, muncul perlawanan Jihad. Di antara yang paling kuat adalah yng dipimpin salah seorang ulama bernama Izzuddin Al-Qassam sampai Beliau Syahid sekitar 1936 di tangan pasukan Inggris. Lalu nama Beliau dijadikan nama sayap militer Hamas, yakni Brigade Izzuddin Al-Qassam, sebagai penghormatan atas perjuangan Beliau memerangi penjajah Inggris.

Setelah negara penjajah *Israel* dideklarasikan 1948 yang dikalangan masyarakat Arab disebut sebagai *Nakbah* yang berarti musibah besar, muncul perlawanan yang digerakkan Hasan Al-Banna, rahimahullah, pemimpin organisasi dakwah Ikhwanul Muslim yang Beliau dirikan bersama beberapa sahabatnya tahun 1927 di Mesir.

Pasukan Mujahidin Ikhwanul Muslimin dari berbagai wilayah sekitar Palestina berdatangan, khususnya dari Mesir, Suriah, Irak dan Jordania. Mereka sangat tangguh bermental baja seperti pasukan Mujahidin Hamas sekarang. Kendati perlengkapan senjata jauh di bawah pasukan Yahudi saat itu.

Mereka melakukan perang face to face dengan Yahudi. Nyaris Yahudi kalah.

Berdasarkan tekanan dan intervensi loby Zionis Yahudi, para pemimpin negara-negara tersebut kompak memanggil para Mujahidin pulang ke negara masing-masing dengan alasan pergantian prajurit dari Mujahidin ke prajurit militer regular dan terlatih dan para Mujahidin harus menyerahkan senjata mereka ke negara masing-masing.

Apa yang terjadi? Sebuah pengkhianatan yang dilakukan para pemimpin negara-negara Arab tesebut terhadap Mujahidin Ikhwanul Muslimin dan perjuangan mereka memerdekakan Palestina dari penjajahan Yahudi yang dirancang dan didukung semua kekuatan Eropa Kristen.

Puluhan ribu Mujahidin ditangkapi dan dipenjarakan. Para pemimpin mereka dibunuh, khusunya Hasan Al-Banna ditembak mati  pada 12 Februari 1949 di depan Kantor Pusat Pemuda Ikhwanul Muslimin. Pembunuhan tersebut diyakini lewat sebuah perencanaan tingkat tinggi petinggi militer Mesir berdasarkan permintaan loby Zionis Yahudi dari negara-negara Eropa dan AS yang menjadi background negara *penjajah Israel*

Gerakan Dakwah Ikhwanul Muslim dibubarkan, aset mereka disita, organisasi mereka dihabisi dengan berbagai cara dan tuduhan keji lainnya. Peristiwa tersebut  juga dapat disebut *Nakbah/Musibah* kedua yang menimpa umat Islam saat itu.

Begitulah seterusnya sampai 1967, semua wilayah Palestina, dikuasai Yahudi atas dukungan PBB dan pembiaran dari negara-negara Arab sekitar. Bahkan cenderung mendukung.

Yahudi semakin merajalela sedangkan penduduk asli Palestina semakin menderita.

Sudah tidak terhitung berapa juta yang dibunuh Inggris sejak 1918 dan diteruskan Yahudi sejak 1948.

*Bersambung*