Ukhuwah
Orang mu’min itu bersaudara, laksana satu tubuh, seperti bangunan yang kokoh, berkasih sayang sesamanya dan saling mengucapkan “Saudaraku, sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”.
Baca selengkapnya →Orang mu’min itu bersaudara, laksana satu tubuh, seperti bangunan yang kokoh, berkasih sayang sesamanya dan saling mengucapkan “Saudaraku, sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah”.
Baca selengkapnya →Pernahkah kita berpikir bahwa dia akan pergi sewaktu-waktu, padahal kita belum saling mengikhlaskan? Adakah Allah tidak mencatat kedengkian hati kepada teman kita?
Baca selengkapnya →Di depan Gedung Sate, mata saya tertuju pada sesosok tubuh yang sedang tertidur di trotoar jalan. Saya amati agak lama, ternyata sosok itu adalah seorang pria tua. Dari penampilannya saya yakin ia adalah seorang gelandangan.
Baca selengkapnya →Mari renungkan, betapa luar biasa amal shalat, sehingga Rasulullah masih sempat mewarisi wasiat shalat di akhir hidupnya, yaitu ketika rasa sakit tak ada yang menandingi lagi.
Baca selengkapnya →Teramat banyak batu-batu pijakan yang telah kita tapaki untuk menuju puncak kesuksesan. Namun teramat sering kita melupakan peran kecil yang menentukan dari semua batu pijakan itu.
Baca selengkapnya →Doa-doa kian terlantun riang. Nikmat kebebasan ‘berdua-duaan’ kian terasa menghangatkan. Suka-cita yang ada tak bercampur apapun. Hanya suka-cita semata. Di keutuhan raga, di kepenuhan jiwa.
Baca selengkapnya →Berdosalah para pemimpin negeri ini, yang telah dengan rakus merampas hak-hak mereka, menelantarkan mereka demi kepentingan perut mereka sendiri. Terkutuklah mereka yang saling berdebat masalah kesejahteraan rakyatnya, sambil minum darah anak-anak terl
Baca selengkapnya →Di muholla Annisa mengernyitkan keningnya, sepi. Tak ada teman-temannya yang sholat. Hanya ia sendiri. Tanpa berprasangka Annisa segera menunaikan kewajibannya, menjamak sholat maghrib dan isya. Usai sholat, dipanjatkannya Do’a dengan khusyu&rsqu
Baca selengkapnya →Beberapa teman kami terlihat hambar dalam setiap pertemuan. Datang, duduk, mendengarkan materi, terus pulang. Kedekatan hati terasa begitu mahal. Keterbukaan dan keakraban pun kami rasakan kurang. Bahkan ada juga yang terkesan mencari-cari alasan untuk
Baca selengkapnya →Kita perlu pak Agus-pak Agus yang lain. Yang berjuang untuk orang banyak. Merasa tidak nyaman dan nikmat tatkala saudaranya, tetangganya masih kelaparan, masih menganggur dan masih miskin. Dan merasa tak anyaman dengan keterbelakangan bangsanya.
Baca selengkapnya →