Label Saja Tidak Cukup
Kami tengah melintas di jalan Prapen – Jemursari. Matahari sudah bergeser dari atas kepala. Surabaya terik. Anak-anak mulai rewel. Perut mereka mungkin sudah keroncongan seperti ibunya.
Baca selengkapnya →Kami tengah melintas di jalan Prapen – Jemursari. Matahari sudah bergeser dari atas kepala. Surabaya terik. Anak-anak mulai rewel. Perut mereka mungkin sudah keroncongan seperti ibunya.
Baca selengkapnya →Ahmad dan Nurul bekerja di sebuah perusahaan ternama di bagian customer care, di mana mereka bekerja untuk menangani keluhan pelanggan perusahaan. Bagi Ahmad pekerjaannya begitu menyiksa dirinya...
Baca selengkapnya →Saya nyaris tidak percaya bahwa kondisi-kondisi tak terduga, seperti kesulitan mencapai lokasi dan keterlambatan dimulainya acara, tidak menjadikan pertemuan yang hanya seminggu sekali itu menjadi tidak efektif. Jiwa saya kembali segar, penat saya hila
Baca selengkapnya →Saya terdiam. Tapi saya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia yang bergejolak di dada ini. Pulang! Sebuah kata yang sangat indah di telinga saya. Setelah dua tahun lebih saya meninggalkan orang-orang yang saya cintai...
Baca selengkapnya →Ia tidak sendiri. Banyak di tengah-tengah kita para wanita yang juga masih melajang di usianya yang sudah kepala tiga. Malah, tidak sedikit dari mereka sudah berusia lebih dari tiga puluh lima tahun.
Baca selengkapnya →Namanya ibu Tuminem. Saya bertemu dengannya dihari ke-enam gempa yang menimpa Yogya dan Jawa Tengah. Ibu bertubuh kecil itu datang ke posko Masjid Mardliyyah-tempat saya berkativitas sebagai relawan- dengan menggendong bayinya.
Baca selengkapnya →Pagi itu saya langsung menelepon ke kampung halaman ketika dikagetkan dengan kabar bahwa gempa dengan kekuatan 5,9 skala Richter baru saja terjadi di Yogyakarta dan wilayah sekitarnya di Jawa Tengah. Tapi berkali-kali saya telepon, tak juga ada yang me
Baca selengkapnya →Dan sejak itu saya nyaris selalu jatuh cinta dengan Yogya. Maka kalau ada kesempatan ke kota itu, biasanya saya menyempatkan untuk nginep, walaupun satu malam...
Baca selengkapnya →Dengan membungkukkan badannya berkali-kali sambil meminta maaf (kebiasaan yang sering kulihat pada orang Jepang), dia menepi dan memberi jalan untuk pemuda itu. Dan berlalulah pemuda itu dengan anggukan balasan tanpa kudengar suara omelannya.
Baca selengkapnya →Ya. Assalamu’alaikum. Just simple! Tetapi, mendengarnya pagi ini, sepuluh menit sebelum turun perlahan dari ketinggian tiga puluh tiga kaki dan menyentuh landasan, serupa menemukan oase di tengah terik kekeringan gurun sahara.
Baca selengkapnya →