Jiddiyyah (Keseriusan)
Allah Subhanah menciptakan alam semesta ini dengan hikmah (wisdom), bukan untuk main-main dan senda-gurau.
Baca selengkapnya →Allah Subhanah menciptakan alam semesta ini dengan hikmah (wisdom), bukan untuk main-main dan senda-gurau.
Baca selengkapnya →Para Rasul mulia itu tidak menerima untuk melebur di dalam perhimpunan jahiliyah dan larut di dalamnya.
Baca selengkapnya →Parade Rasul-Rasul mulia itu menghadapi umat manusia yang sesat dengan satu dakwah dan dengan satu akidah.
Baca selengkapnya →Pohon kenabian dan naungan Ibrahim sebagai bapak para Nabi sangat jelas gambarannya di sini. Pohon tersebut menghasilkan buahnya setiap waktu. Buah yang segar dan baik. Seorang Nabi di antara para Nabi. Ia membuahkan iman, kebaikan, dan vitalitas.
Baca selengkapnya →Luqman bersama anaknya mengikuti langkah-langkah akidah setelah ia mengakar kuat dalam sanubari, setelah beriman kepada Allah tanpa ada sekutu bagi-Nya.
Baca selengkapnya →Al-Qur’an mengarahkan untuk bersyukur kepada Allah sebagai pemberi nikmat yang pertama, dan kepada kedua orangtua sebagai pemberi nikmat yang yang kedua.
Baca selengkapnya →Al-Qur’an memaparkan hubungan antara orangtua dan anak dalam gaya bahasa yang lembut, dan melukiskan hubungan ini secara inspiratif, sarat emosi/perasaan dan kelembutan.
Baca selengkapnya →Fikih Islam tidak akan tumbuh dalam kehampaan, sebagaimana benih tidak akan tumbuh di udara!
Baca selengkapnya →Sesungguhnya agama Allah itulah unsur dasar dimana umat manusia wajib menyesuaikan diri dengannya, serta merombak dan mengubah realitas jahiliyah mereka agar terjadi kesesuaian dimaksud.
Baca selengkapnya →Sesungguhnya masyarakat jahiliyah tempat kita hidup ini bukan masyarakat Muslim. Dari sini, sistem pemerintahan yang Islami tidak akan bisa diterapkan di dalamnya, dan begitu juga hukum-hukum fikih yang terkait khusus dengan sistem tersebut.
Baca selengkapnya →