eramuslim

China Tanggapi Ancaman Tarif Trump ke Negara BRICS: Kami Tak Cari Musuh

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri KTT BRICS di Kazan, Rusia, Rabu (23/10/2024). (REUTERS/BRICS-RUSSIA2024)

Eramuslim.com - China menanggapi pernyataan kontroversial dari mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 10% kepada negara-negara anggota BRICS. Dalam unggahannya di media sosial Truth Social, Trump menyebut bahwa tarif itu ditujukan untuk negara-negara yang “berpihak pada kebijakan anti-Amerika BRICS”, tanpa kecuali.

Pernyataan ini muncul bertepatan dengan berlangsungnya pertemuan negara BRICS di Brasil. Kelompok ekonomi ini, yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, kini telah berkembang menjadi 11 anggota, termasuk Indonesia. BRICS kerap dianggap sebagai poros alternatif bagi kekuatan global selain AS dan Eropa Barat.

Menanggapi ancaman tarif tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa China tidak mencari konfrontasi. “Kami sudah berulang kali menegaskan, perang dagang dan tarif tidak membawa pemenang, dan proteksionisme bukanlah solusi,” ujar Mao, seperti dikutip AFP, Senin (7/7/2025).

Ia juga menekankan bahwa BRICS adalah platform kerja sama terbuka dan inklusif di antara negara berkembang dan pasar yang sedang tumbuh. “BRICS tidak dibentuk untuk menciptakan konfrontasi blok dan tidak ditujukan pada negara mana pun,” lanjutnya.

Secara terpisah, Trump menyatakan bahwa AS akan segera mengirimkan surat resmi kepada mitra dagang terkait tarif khusus dan kesepakatan perdagangan baru yang tengah disusun. Pernyataan ini menambah ketegangan hubungan dagang global, terutama di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Sumber: CNBC Indonesia