eramuslim

Cina Mulai Tingkatkan Pengaruhnya di Jazirah Arab

Eramuslim - Analis politik menafsirkan janji Cina untuk mengirimkan pinjaman sebesar USD23 miliar dan bantuan kemanusiaan ke negara-negara Arab sebagai langkah untuk meningkatkan pengaruh Pemeribtah Tiongkok di wilayah tersebut.

Dr. Altay Atli, pengajar di Universitas Koc, merujuk pada janji yang dibuat oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk mengirimkan dana bantuan kemanusiaan dan pinjaman senilai miliaran dolar kepada negara-negara Arab dalam sebuah konferensi yang diikuti oleh 22 negara Arab di Beijing.

Kepentingan Tiongkok ini sesungguhnya berada dalam kerangka Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan (Belt and Roan Project) dan Tiongkok kini menyasarkan dukungannya kepada negara-negara Timur Tengah yang terus berubah karena perang dan teror, ujar Atli kepada Anadolu Agency.

"Tiongkok memproduksi separuh dari kebutuhan minyak dan gasnya sendiri, namun permintaannya sangat tinggi. Oleh sebab itu, Tiongkok membeli separuh lagi kebutuhan minyak dan gasnya dari Timur Tengah, inilah alasan di belakang usahanya untuk turut memberi pengaruh di wilayah tersebut," kata dia.

Atli menekankan bahwa Tiongkok hanya fokus pada aspek ekonomi dalam kebijakan Timur Tengah, meski keadaan berubah setelah Arab Spring pada 2011, di mana Tiongkok lantas terisolasi dari wilayah tersebut di bidang ekonomi.

"Tiongkok terus memberikan bantuan dan investasi ke wilayah tersebut selama masa transisi keuangan. Sementara terus menjalankan agendanya, Tiongkok juga ingin bergabung dalam perundingan-perundingan dan memiliki suara dalam perpolitikan dan perekonomian Timur Tengah, yang bisa dibentuk lagi," imbuh Atli.

Lebih lanjut Atli menekankan bahwa Tiongkok sampai kini belum pernah mengirim pasukan atau pesawat perang ke wilayah tersebut meski sepaham dengan Rusia. "Pendeknya, Tiongkok ingin tetap mempertahankan pengaruh dalam cakupan Inisiatif Satu Sabuk Satu Jalan, yakni menggunakan pengaruh ekonomi alih-alih intervensi militer," ungkapnya. (aa)