Dedi Mulyadi Siapkan Gelombang Baru untuk Siswa Berprestasi ke Barak Militer

Eramuslim.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyatakan bahwa program pendidikan karakter di barak militer yang diperuntukkan bagi remaja bermasalah menunjukkan hasil awal yang positif. Berdasarkan evaluasi sementara dari tim psikolog, akademisi, dan pelatih yang terlibat, program tersebut dinilai efektif menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab pada peserta angkatan pertama.
“Kalau dari hasil evaluasi sih, angkatan pertama ini menurut saya sudah baik,” kata Dedi saat diwawancarai, Jumat, 23 Mei 2025.
Melihat capaian tersebut, Dedi mengungkapkan rencana perluasan program ini untuk gelombang berikutnya, yakni menyasar anak-anak berprestasi. Ia beralasan, siswa dengan catatan akademik atau non-akademik yang baik pun perlu merasakan pendidikan karakter dengan pendekatan yang sama. “Bisa jadi anak berprestasi juga ikut. Jadi nanti bukan hanya anak-anak bermasalah,” ujarnya.
Langkah ini menandai perubahan arah kebijakan. Program yang semula hanya difokuskan untuk remaja dengan riwayat pelanggaran kedisiplinan atau masalah sosial kini juga akan menyasar anak-anak tanpa catatan negatif.
Sejak awal 2025, program pelatihan semi-militer ini telah menuai kritik tajam dari sejumlah pemerhati anak dan pendidikan. Mereka menilai pendekatan militeristik dapat melanggar prinsip-prinsip pemenuhan hak anak dan berdampak pada kondisi psikologis remaja.
Namun, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berdalih bahwa intervensi ini merupakan strategi restoratif untuk membentuk karakter kuat dan kepemimpinan anak-anak muda. Hingga kini, laporan evaluasi komprehensif dari tim independen, termasuk pengaruh jangka panjang terhadap psikologis peserta, masih dinanti.
“Evaluasi para ahli akan menjadi bahan utama untuk pengambilan kebijakan lanjutan,” kata Dedi menutup pernyataannya.
Sumber: Tempo.co