eramuslim

Defisit APBN 2026 Dipangkas ke 2,5%, Program Makan Gratis Prabowo Tetap Jalan?

Presiden Prabowo Subianto menghadiri hari pertama Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7/2025). (REUTERS/Ricardo Moraes)

Eramuslim.com - Pemerintah dan DPR melalui Panitia Kerja (Panja) Defisit di Komisi XI DPR menyepakati target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 akan berada di kisaran 2,48% hingga 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini turun dari outlook defisit tahun 2025 yang sebesar 2,78%, sebagai bagian dari langkah menjaga disiplin fiskal di tengah belanja pembangunan yang tetap tinggi.

Wakil Ketua Komisi XI DPR, Hanif Dhakiri, menyatakan bahwa meski defisit ditekan, pemerintah tetap harus menjamin dukungan penuh bagi program prioritas Presiden Prabowo Subianto, seperti Program Makan Bergizi Gratis, penguatan UMKM dan koperasi, serta ketahanan pangan dan energi.

"Ini bentuk kebijakan fiskal yang ekspansif tapi tetap menjaga kredibilitas dan keberlanjutan APBN," ujar Hanif saat menyampaikan hasil rapat Panja bersama Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia pada Senin, 7 Juli 2025.

Hanif menegaskan bahwa pengelolaan utang dan defisit akan tetap dalam batas aman, dilakukan secara akuntabel, transparan, dan berbasis manajemen risiko. Pemerintah juga memastikan bahwa pembiayaan dari Surat Berharga Negara (SBN) tetap dilakukan dengan biaya dan risiko terkendali, sekaligus menjunjung tinggi prinsip transparansi dan integritas pasar.

Tak hanya itu, pembiayaan non-utang seperti untuk sektor perumahan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) juga akan dioptimalkan. Pemerintah akan mendorong pelaksanaan UU No. 1 Tahun 2011 agar pengembang lebih aktif dalam penyediaan rumah sederhana, demi mempercepat pemenuhan hunian bagi rakyat kecil dan mengurangi beban fiskal negara.

Terakhir, Hanif menegaskan bahwa penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) di tahun berjalan harus mendapatkan persetujuan DPR, sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Sumber: CNBC Indonesia