eramuslim

Demokrat Minta KPK Usut Dugaan Korupsi Bansos Era Jokowi, Ada 'Vampir' di Baliknya: Mereka Minum Darah Rakyat

eramuslim.com - Kader Partai Demokrat, Benny Harman, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) pada era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Permintaan ini muncul setelah pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, yang mengungkap bahwa hanya setengah dari total Rp500 triliun dana bansos yang benar-benar sampai ke masyarakat.

“Tolong KPK selidiki apa yang dilaporkan Ketua DEN Luhut Panjaitan ini,” kata Benny melalui unggahannya di X pada Selasa, 11 Februari 2025.

Benny mempertanyakan kemana sisa dana tersebut, mengingat hanya separuhnya yang diterima oleh masyarakat yang berhak.

“Hanya 50% dana bansos yang diterima masyarakat yang berhak. Ke mana yang lainnya,” ujarnya.

Ia juga menilai pernyataan Luhut sejalan dengan apa yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya, yang menyebut adanya kebocoran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga 45 persen.

“Ini juga mengkonfirmasikan apa yang disinyalir Presiden Bpk Prabowo Subianto sebelumnya bahwa dana APBN ada sekitar 40-45% yang bocor,” imbuhnya.

Benny menegaskan bahwa persoalan ini harus segera diselidiki oleh Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memastikan apakah benar terjadi tindak korupsi.

“Apakah dikorupsi atau tidak, mohon KPK segera menyelidikinya,” katanya.

Ia pun mengibaratkan para pelaku di balik dugaan korupsi ini sebagai "vampir" yang menghisap darah rakyat, sehingga pantas dijatuhi hukuman berat.

“Hukum para pelakunya, seberat-beratnya. Mereka vampir. Makan dan minum darah dan keringat rakyat,” pungkasnya.

(Sumber: Fajar)