eramuslim

Desakan Publik agar Mayjen Rizal Lepas Dinas Militer Usai Jadi Dirut Bulog

Kepala CIDE Anton Aliabbas mendorong Panglima TNI memproses pensiun dini Mayjen Rizal setelah ditunjuk sebagai Dirut Bulog, untuk menjaga profesionalisme TNI.

Eramuslim.com - Penunjukan Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perum Bulog kembali membuka perdebatan soal batas tegas antara jabatan militer aktif dan posisi strategis sipil. Kepala Center for Intermestic and Diplomatic Engagement (CIDE), Anton Aliabbas, mendorong agar Panglima TNI segera memproses pensiun dini Rizal.

Desakan ini muncul karena pengangkatan jenderal aktif sebagai pimpinan BUMN sipil dianggap menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran publik, apalagi di tengah proses uji materi Undang-Undang TNI yang tengah berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK).

Anton menekankan bahwa preseden serupa sebelumnya, seperti Letjen Novi Helmy, harus menjadi pelajaran. Ketidakjelasan dalam proses peralihan karier prajurit dinilai bisa merusak profesionalisme TNI dan membuka celah bagi gugatan hukum terhadap praktik tersebut.

"Ambiguitas mekanisme pensiun prajurit harus diakhiri. Ini bukan sekadar soal administrasi, tapi menyangkut moral prajurit dan kepercayaan publik terhadap TNI," tegas Anton.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin pun turut angkat suara. Ia menyatakan secara tegas bahwa Rizal harus pensiun sebelum resmi menjabat Dirut Bulog. “Langsung pensiun, sebelum menjabat harus pensiun,” ujar Sjafrie kepada wartawan.

Penunjukan Rizal menggantikan Letjen Novi Helmy yang sebelumnya hanya menjabat lima bulan sebagai Dirut Bulog dan kemudian kembali ditarik aktif ke TNI.

Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari Kapuspen TNI terkait status pensiun Rizal. CNN Indonesia sudah mencoba menghubungi Mayjen Kristomei Sianturi, namun belum mendapatkan jawaban.

Profil Singkat Mayjen Ahmad Rizal Ramdhani

Lahir di Jakarta pada 19 November 1970, Mayjen Rizal adalah lulusan Akmil 1993. Karier militernya mencakup banyak bidang, dari zeni, intelijen, hingga tugas-tugas strategis di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Ia juga pernah menjabat sebagai Komandan Korem 162/Wira Bhakti di NTB dan Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II. Terakhir, ia memimpin Satgas Ketahanan Pangan di bawah kendali Kementerian Pertanian sebelum ditunjuk sebagai Dirut Bulog.

Dengan latar belakang yang kuat di bidang pertahanan dan ketahanan pangan, publik kini menanti kejelasan apakah Rizal benar-benar akan melepas seragam lorengnya demi jabatan sipil yang menuntut netralitas dan integritas. Sebab jika tidak, hal ini berpotensi memperkeruh perdebatan hukum yang sedang berlangsung.

Sumber: CNN Indonesia, SINDONews, dan CNBC Indonesia