eramuslim

Kerjasama Rahasia American University Cairo dengan Pentagon?

Surat kabar terbitan Mesir Al-Masry al-Yaum memuat laporan tentang kerjasama antara American University di Kairo (AUC) dengan Pentagon.

Kerjasama sama itu ditandatangani dalam bentuk kontrak senilai 600.000 dollar AS dimana AUC berkewajiban untuk memberikan informasi-informasi rahasis tentang keamanan dalam negeri Mesir pada Departemen Pertahanan dan Korps Marinir AS.

Berita tentang penandatanganan kontrak itu dimuat di situs resmi pemerintahan AS, USAspending.gov, tapi tidak dijelaskan secara rinci sehingga menimbulkan kecurigaan. Al-Masry al-Yaum mengutip pernyataan Presiden AUC David Arnold di New York pada tahun 2007.

Di hadapan Dewan AS bidang Hubungan Luar Negeri, Arnold mengatakan bahwa pemerintah Mesir sudah mengetahui bahwa AUC dikelola dengan aturan yang berbeda dengan aturan yang diberlakukan pada universitas-universitas yang berada dibawah pengelolaan pemerintah atau pihak swasta di Mesir. Dan AUC benar-benar menikmati kebebasan yang diberikan pemerintah Mesir untuk melakukan kegiatan apa saja.

Dalam setiap keterangan pers, AUC dan kedutaan besar AS di Kairo selalu mengatakan bahwa kontrak kerjasama mereka adalah kerjasama yang transparan antara lembaga Naval Medical Research Unit AS (NAMRU) dengan AUC dalam hal penyediaan pakar-pakar ilmu pengetahun guna membantu riset terhadap penyakit menular flu burung.

"Hubungan AUC dengan NAMRU merupakan komitmen yang sudah ada sejak lama untuk kerjasama di bidang pengajaran, riset dan pelayanan di Mesir," demikian pernyataan bersama AUC dan Kedubes AS di Kairo.

Juru Bicara Kedube AS, Margaret White berusaha meyakinkan bahwa kontrak-kontrak kerjasama dilakukan secara terbuka dan bisa diakses siapa saja lewat situs resmi pemerintah AS. Ia membantah kecurigaan bahwa Pentagon diam-diam memberikan dana pada AUC untuk memberikan informasi-informasi rahasia dari Mesir.

AUC adalah lembaga pendidikan swasta di Mesir yang tidak berafiliasi dengan lembaga pendidikan manapun di luar Mesir. AUC mengklaim mendapatkan dana operasionalnya dari pembayaran biaya pendidikan para mahasiswanya serta bantuan dari donatur lokal dan internasional, salah satunya dari lembaga swadaya AS, USAID. (ln/aby)