eramuslim

Din : Peran OKI Belum Optimal Berdayakan Negara-negara Muslim

Meski sudah direformasi, Organisasi Konferensi Islam (OKI) dirasakan belum optimal menggali potensi yang dimiliki oleh negara-negara Islam.

Reformasi yang dilakukan oleh OKI  tidak hanya pada piagam kesepakatannya, tetapi juga pada penampilan dan peran melalui badan-badan, lembaga-lembaga dibawah naungan OKI yang langsung bersentuhan dengan rakyat di negara-negara Islam.

"Saya katakan peran itu belum optimal, belum maksimal terutama terkait besarnya potensi yang dimiliki oleh dunia Islam," kata Ketua Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) Din Syamsuddin, di Jakarta.

Negara-negara Islam, menurutnya, dari sisi sumber daya alam adalah negara yang kaya, bahkan apa yang dibutukan oleh dunia seperti minyak bumi, uranium, gas, ada diperut bumi dunia Islam.

" Dan pada masa lampau yang jaya menjadi super power dunia. Sayangnya potensi-potensi ini belum dapat diaktualisasikan sehingga ada kesenjangan antara idealitas dan realitas," ujarnya.

Sebagai warga negara dari negeri Muslim, lanjut Din, OKI selain bisa menjadi kekuatan penengah atau pemersatu, juga menjadi kekuatan pendukung dari kemajuan dunia Islam.

Selain itu, Ia menambahkan, OKI juga harus ikut melibatkan diri dalam penyelesaian konflik-konflik didunia Islam, seperti yang terjadi di Irak, Afganistan dan khususnya Palestina.

"Saya kira masyarakat Muslim menunggu peran OKI, sebagai lembaga internasional nomor dua setelah PBB ikut berperan dalam penyelesaian masalah Palestina. Ini masih perlu dilakukan," tandasnya.(novel)